Saturday, 30 January 2010

Funny (Lucu)

Funny

Funny…how $10 looks so big
When we take it to Mosque
And so small when we take it to the Super Market

Funny… how big an hour serving God looks
And how small 60 minutes are
When spent playing golf, fishing or playing soccer

Funny… how laborious it is to read a juzz in the Quran
And how easy it is to reas 200-300 pages of a best selling novel

Funny… how we believe what newspaper say
But question what the Quran says

Funny… how we lose our words to say when we pray
And how fluent we talk to a friend

Funny… how we need 2-3 weeks
To fit Islamic event into our schedule
But can fit other event at the last moment

And that is so…
The funny things will not always be entertainment for aour souls
Since there are funny things to be taken into our contemplation

Funny isn’t it?


Lucu

Lucu… bagaimana uang 10 dolar nampak begitu besar
Ketika kita sumbangkan ke Masjid
Dan begitu kecil saat kita belanjakan di Super Market

Lucu… betapa lama rasanya satu jam beribadah kepada Allah
Dan betapa sebentarnya waktu 60 menit
Untuk bermain golf, memancing atau bermain bola

Lucu… betapa beratnya membaca satu juz Al-Qur’an 
Dan betapa mudahnya membaca 200-300 halaman novel terkenal

Lucu… bagaimana kita mempercayai apa kata Koran
Namun mempertanyakan apa kata Al Quran

Lucu… bagaimana kita kehilangan kata-kata saat berdo’a
Dan betapa lancarnya ketika ngobrol dengan teman

Lucu… bagaimana kita butuh waktu 2-3 minggu
Untuk merencanakan suatu kegiatan Islami
Namun bisa melakukan kegiatan lainnya seketika

Dan begitulah…
Hal-hal lucu tak selamanya menjadi hiburan bagi jiwa kita
Karena ada juga hal-hal lucu yang perlu untuk kita renungi

Tidakkah hal ini lucu?


(Puisi Anonimous)

Kisah Pohon Apel

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya.

Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.

Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu.

Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel.

Wajahnya tampak sedih.
"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu.
"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."

Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu."

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.


Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.

Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
"Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.
"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.
"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"
"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.

Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.

Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.
Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

"Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.

"Aku sedih," kata anak lelaki itu.

"Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah."

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya.

Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

"Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.

"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.


Ini adalah cerita tentang kita semua.

Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.

Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.

Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.
Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.


Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan.

Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.

Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

* Success is not the key of happiness. Happiness is the key of success.

Inner Beauty

Sumber : Sasa Esa Agustiana dalam Talkshow "Inner Beauty ; Keajaiban yang Menakjubkan!" @ Masjid Al-Burhan & Buku "Wanita ; antara cinta dan keindahan"

  Dia adalah penjelmaan malaikat di bumi
  Kelembutan tuturnya membangkitkan semangat
  Sentuhan kasihnya meredakan semua amarah
  Kecantikan abadinya membuat indah yang hampa
  Begitulah wanita dengan sejuta pesonanya
  (Sasa Esa Agustiana, "Wanita ; antara Cinta dan Keindahan")
    
Talkshow yang bertajuk "Inner Beauty ; Keajaiban yang Menakjubkan!" sangat menarik, memberi pencerahan pada akhwat-akhwat yang mungkin masih bingung soal kecantikan yang sesungguhnya. Saya juga lupa tanggal berapa talkshow ini berlangsung, dalam postingan ini saya mau bagi-bagi ilmu dari teh Sasa yang ada di buku catatan saya juga ditambah beberapa materi dari buku karangan beliau yang berjudul "Wanita ; antara Cinta dan Keindahan"

Surat At-Tiin ayat 4 menunjukkan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Berarti jelas dunk, keindahan ataupun kecantikan itu pada dasarnya udah terpatri dalam diri manusia sebagai makhluk Allah yang paling sempurna diantara yang lainnya. Sayangnya, banyak orang-orang yang hanya menilai kecantikan dari fisiknya aja. Padahal cantik yang sesungguhnya itu adalah yang cantik hatinya (qolbun).

Qolbun sendiri juga terbagi menjadi 3 macam :

1. Qolbun mayyit
Qolbun tipe pertama ini adalah hati yang mati. Ga jarang body memikat, tapi pikirannya buntu - ga jernih, gampang putus asa, ga tahan menyeleksi mana larangan dan perintah, ga mau menjalankan amanat apa pun, akibatnya menjerumuskan diri (bahkan keluarga) pada kebinasaan. Hal ini dijelaskan dalam surat Al-A'raaf ayat 179 yang artinya : "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi nereka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergukan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7:179)." Dalam riwayat lain, "Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat jalannya." (Q.S. Al-Furqan ayat 44). Hufft.. Serem banget,, lebih sesat daripada binatang ternak. Na'udzubillahi min dzalik.. Semoga kita bukan termasuk golongan orang yang memiliki qolbun mayit tersebut. Amin.

2. Qolbun maridh
Yang kedua ini artinya hati yang sakit. Kaya gimana sih hati yang sakit itu? Ini ciri-cirinya..
  - Kalo ibadah : males, ga khusyu, ga nikmat
  - Kalo dinasehati : ga ngaruh
  - Kalo liat orang lain susah : seneng
  - Suka mengingat-ingat keburukan orang lain

3. Qolbun salim
Yang ini artinya hati yang sehat.. Siapa pun pasti ga mau dunk disamakan dengan binatang ternak? Karenanya, senantiasalah beurasaha menghiasi hati dengan ga menuruti hawa nafsu, selalu merindukan-Nya, selalu bersyukur, menghindari perasaan ria, takabur, selalu bertobat, menjaga kehormatan diri, ga berbuat aniaya, dan membalas keburukan dengan kebaikan.
Mereka yang punya qolbun salim ini bakalan senantiasa membersihkan hatinya, sehingga mereka selalu menyikapi kebahagiaan atau ujian seberat apa pun dengan rasa sabar, yang tentunya disertai dengan upaya nyari jalan keluar. Yang mereka khawatirkan hanyalah takut ga disayang Allah, takut ditinggalkan Allah, takut ga bisa pulang ke haribaan-Nya, giat menambah bekal amal dengan kekuatan hati, selalu bergantung sama Allah swt.
Orang yang membersihkan hatinya ga pernah menderita sakit dan perasaan stress karena cukup baginya jaminan dari Allah swt. semata. "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya surga tempat tinggalnya." (Q.S. An-Nazi'at ayat 40-41)

Karena kecantikan hati itu yang utama, maka awalilah semuanya dari niat di hati kita. Kata al-Ghazali, supaya kita punya qolbun salim itu pake proses dan metode menaklukkan jiwa dan pendisiplinan. Tapi prinsip dasarnya sama, setiap orang wajib meninggalkan sebab-sebab yang bisa membawanya pada kecintaan dunia. Kehidupan dunia cuma kenikmatan sesaat, kalo ga disikapi dengan benar, nantinya akan mebinasakan.

Ga ngerasa khawatir dengan kesengsaraan pada hari kiamat juga cerminan kematian hati. Untuk menghindarinya, seseroang harus menggantikan godaan yang timbul dengan mengingat dan beribadah pada Allah secara intensif. Seseorang wajib mempertahankan keadaan ini sepanjang hayatnya, ga ada akhir bagi perjuangan kecuali kematian. Hendaklah seseorang menjaga lidahnya dari menggunjing dan berdusta, hendaklah ia diam kecuali menyebut nama Allah dan berbicara yang haq hingga diamnya maupun ucapannya selalu bernilai ibadah.

Upaya menguasai jiwa ini awalnya bakal kerasa berat, tapi akhirnya bakalan menyenangkan. Kalo udah sampai ke kondisi itu, berarti seseorang udah menyelamatkan dirinya dari belenggu dan perbudakan nafsu untuk kemudian menggantinya sama kecintaan mengingat Allah dan mematuhi-Nya. Hati yang sehat juga jadi sumber ketakwaan. Indikator takwa sendiri yaitu mudah menerima nasihat, beramal dengan sungguh-sungguh, menghindari perkara subhat, melakukan perbaikan diri, mempersiapkan kematian, beriman pada hari akhir, dan hidup jujur.

Kecantikan fisik lahiriah = relatif

Umumnya masayarakat (khususnya pria) mengukur kecantikan cuma dari fisik lahiriahnya aja, misalnya dari ukurang tinggi badan, bentuk wajah, atau warna kulit. Mereka cenderung mengabaikan di luar itu. Eksplorasi buat menemukan titik keindahan wanita jadi dangkal juga relatif, bergantung sama siapa yang berkomentar dan dari sudut apa penilaian dilakukan.

Perlu disadari sama siapa pun bahwa kecantikan lahiriah ini didapat secara gratis, asli tanpa campur tangan orang yang bersangkutan, dikasih gitu aja dari Allah swt., masih inget surat At-Tiin ayat 4, kan? "Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." Jadi ga sepantasnya merasa bangga sama fisik yang dimiliki, apalagi menghina orang lain secara lisan ataupun tersembunyi dalam hati.

Bukankah kecantikan fisik itu hanya titipan, sewaktu-waktu tetap akan usang dimakan usia?

Eksplorasi Keindahan

Supaya punya keindahan yang unlimited, selalu terpancar, ada eksplorasi-eksplorasi yang diperlukan sebagai berikut :

1. Menjaga lisan
Dalam sebuah pepatah, "mulutmu adalah harimaumu." Menarik atau ngga nya seseorang bisa terpancar dari tutur kata yang santun, lemah lembut, menyejukkan, sapaan ramah, meski isi yang disampaikannya itu hal yang sederhana. Pandai menempatkan dirinya jadi pribadi yang tawadlu (rendah hati). Kalo dia tau dia sampaikan, kalo ga dia berterus terang.
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan penerima). Allah Mahakaya lagi Maha Pengampun." (Q.S. Al-Baqarah ayat 262)
Rasulullah saw. udah menetapkan dua pilihan;bertutur kata yang mengandung unsur kebaikan atau diam. Ga berkata-kata alias diam (ga berkomentar) karena kalo berkomentar dipandang mengandung unsur keburukan. Misalnya menahan diri dari megeluarkan kata-kata yang bisa menyakiti hati orang, meledek/menghina, mencaci maki, menghasut/provokasi, mengkritik orang dengan ga bijaksana, dll.

2. Akhlak dan perilaku yang baik
Menurut Aisyah r.a., perilaku Muhammad saw. adalah cerminan kandungan Al-Qur'an. Firman Allah swt., "Dan sesungguhnya kamu (Rasulullah saw.) benar-benar berbudi pekerti yang agung." (Q.S. Al-Qalam ayat 4). Tampak dari sifatnya yang penyabar, berjiwa syukur, pemaaf, ikhlas dalam beramal, berani membela yang benar (haq), bijaksana, dll. Melalui riyadhoh/latihan membiasakan beramal saleh. Jadikan hal ini sebagai sebuah kebutuhan dan kenikmatan, insya Allah bakal jadi sifat yang tertanam kuat di jiwa. Dengan sendirinya bakal ringan melakukannya, tanpa terpaksa. Hati juga bakal mudah tergerak buat memberi tanpa haru lebih dahulu diberi, kesabaran hati melahirkan sikap pantang menyerah menghadapi komentar orang bodoh (jahil) terhadapnya, bersyukur atas segala pemberian-Nya, mampu memaafkan dan bertindak bijaksana (hati-hati), menimbang dulu kemaslahatan diri, keluarga, lingkungan, dan umat.
  
3. Kendalikan diri
Kata rasulullah saw., orang yang kuat itu adalah orang yang pandai menahan amarah. Marah itu sebenarnya ga dilarang, boleh-boleh aja kita marah sama seseorang atau suatu keadaan, asal dalam kemarahn itu tetap dapat menjaga lisan dan perbuatan, jangan terlalu menuruti hawa nafsu, marah ga terkendali. Misalnya sambil mencaci, mukul, ga mau memaafkan, dendam, memutuskan tali silaturhami, dll.
Umumnya, saat marah raut wajah seseorang memerah, kedua matanya membelalak, urat leher tegang, hati tersulut emosi, dan kata-kata ga terkontrol sehingga bikin orang di sekelilingnya ga nyaman. Emang sih, perlu latihan yang ga sebentar buat mengelola emosi. Niatkan menegur/memarahi orang lain karena Allah, membenci pun karena Allah swt. Kita benci perbuatannya, bukan orangnya. Jadilah seseorang yang tetap menarik dan terkontrol walau dalam keadaan marah. Marah jadi ibadah, bukan sekedar menuruti hawa nafsu setan.
  
4. Punya al-haya (rasa malu)
Rasa malu seseorang sama Allah swt. bisa melahirkan suatu kebaikan. Orang yang punya rasa ini, bakal malu semata-mata kalo menggunakan karunia atau nikmat Allah swt. buat kemaksiatan, ia sadar selalu diawasi sama Allah swt. Ga ada satu pun tempat di kolong langit ini yang bebas dan aman berbuat sesukanya.
  
5. Menjauhi prasangka buruk
Kita ga boleh berprasangka buruk sama saudara kita, misalnya mengorek, memata-matai aib untuk diceritakan kembali ke orang lain, ghibah, dll. Ta[i, zhann (prasangka) diperbolehkan tetap ada. Misalnya zhann terhadap masalah yang terang-terangan akan mencelakakan dan zhann yang benar bahwa Allah itu Maha Adil, ga pernah zalim tehadap hamba-hambaNya.
Memata-matai orang diperbolehkan untuk menjauhkan diri dari kerusakan karena pertimbangan kemaslahatan yang lebih besar. Misalnya, kalo kita tau ada orang yang niat melakukan kejahatan, kita memata-matai mereka supaya bisa menggagalkan rencana tersebut.
  
6. Jaga makan & minumnya
Wanita juga perlu memlihara keindahan lahiriahnya, dengan cara makan dan minum yang halal, ga makan seenaknya/sesukanya dengan penuh kerakusan, tapi makan sebatas dapat menegakkan tulang-tulangnya untuk mendapatkan tenaga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Jangan juga menghindari makan dengan alasan sibuk, lagi diet, atau ga ada gairah makan gara-gara banyak pikiran.
  
7. Olahraga
Supaya keindahan jasad yang udah Allah swt. anugerahkan sama kita bisa dijaga kekuatannya, upayakan kondisi fisik selalu bugar, caranya melalui olahraga sesuai minat dan usia masing-masing. Atur waktunya di sela-sela kesibukan yang ada.

8. Menjaga kebersihan
Yang perlu dijaga kebersihannya adalah seluruh anggota tubuh dan pakaian. Hadist Bukhari menerangkan, "...Mandilah pada hari Jumat dan keramaslah meskipun kau tidak dalam keadaan junub dan pakailah wewangian..." Perbedaan wewangian antara pria dan wanita adalah seperti yang diungkapkan Abu Hurairah r.a., "Parfum pria adalah yang tercium aromanya dan tidak tampak warnanya dan parfum wanita adalah yang tampak warnanya dan tidak tercium aromanya." (H.R. Tirmidzi dan Nasa'i). Menjaga penampilan diri dari bau keringat yang ga sedap termasuk keindahan juga.
Hadist Bukhari dan Muslim pun menerangkan kebersihan tubuh seseorang dengan menjaga lima perkara yang termasuk fitrah, yaitu khitan, mencukur rambut kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memendekkan kumis.
Selain itu, Rasulullah saw. mengajarkan bahwa pakaian seorang muslim harus selalu rapi dan bersih sehingga penampilannya sedap dipandang mata. Tentu, pakaian tersebut ga perlu baru. Kebiasaan mubazir mengoleksi baju dengan jumlah berlebihan, yang terpenting rapi dan bersih karena pakaian yang menjadi rezeki sesungguhnya apa-apa yang sedang melekat di badan dan sampai ga terpakai lagi. Selain tubuh, kebersihan gigi, mulut, dan rambut juga harus dijaga.

9. Merapikan diri
Setiap orang harus memelihara kerapian dirinya, jangan biarkan diri dalam penampilan kusut dan kumal dengan dalih ingin meninggalkan dunia (zuhud). Rasulullah saw. sendiri menganjrurkan untuk berpenampilan rapi, padahal belia adalah orang yang paling rendah hari (tawadhu) dan zuhud.
Berhias dan merapikan diri juga hendaknya ga berlebihan. Dalam surat An-Nur (24) ayat 60 dan Al-Ahzab (33) ayat 59, diterangkan mengenai larangan perempuan untuk tabaruj. Kata Ibnu Katsir, tabaruj berarti wanita yang keluar rumah dan berjalan/memamerkan diri di hadapan laki-laki (tabaruj jahiliah), kata Bukhari, tabaruj adalah tindakan seorang wanita yang menampakkan kecantikannya kepada orang lain, dan kata Muqatil, tabaruj adalah wanita yang melepaskan jilbanya, memperlihatkan kalung dan gelangnya. 
Bersikaplah tawazun (pertengahan/keseimbangan) dalam segala hal, jangan sampai berdandan, merapikan diri terbesit rasa ria, sombong, memamerkan harta atau mengukur penampilan berdasarkan kekayaan materi.

10. Berilmu
Emang sih setiap orang punya kecerdasan dan kesempatan yang ga sama. Tapi kita juga tetap harus berusaha menambah dan mengamalkan ilmu Islam sedikit demi sedikit dan terus-menerus. Cati ilmu sampai akhir hayat, sebab hal tersebut bakal jadi landasan berpikir dan beramal seseorang. Begitu juga ilmu lainnya, kita pelajari sebagai sarana ber-taqarrub (mendekatkan diri) sama Allah swt. Sehingga insya Allah, dengan terpadunya unsur hati, jasad, dan akal keindahan kita dapat membawa keselamatan dunia dan akhirat.

11. Ga berhias yang diharamkan sama Allah
Banyak wanita yang rela melakukan apa aja supaya terlihat cantik dan menarik. Tapi, berhati-hatilah karena ga semua cara berhias itu halal. Beberapa cara berhias yang diharamkan ialah mencukur alis, menyambung rambut, tato, dan merenggangkan gigi. Rasulullah saw. bersabda, "Allah melaknat wanita yang mentato dan yang minta ditato tubuhnya, dan yang mencukur alis dan yang minta dicukur alisnya, dan wanita yang menjarangkan gigi untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah."

12. Berhias yang mubah (boleh)
Ada beberapa cara berhias yang kedudukannya mubah, yaitu :
  a. mengenakan celak dan semir, "Sesungguhnya ada seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, mereka khawatir kalau mata mereka akan rusak, lalu mereka meminta izin kepada Rasulullah saw. agar diizinkan memakai celak dan Rasulullah pun membolehkan." (H.R. Bukhari dan Muslim). Masih banyak keterangan yang membolehkan penggunaan celak dan semir. Bahkan kedudukannya jadi sunah kalo alasannya berhias untuk membahagiakan suaminya.
  b. memakai minyak wnagi, "Sesungguhnya sebaik-baik parfum lelaki adalah yang tercium aromanya dan tidak kelihatan warnanya, dan sebaik-baiknya parfum wanita adalah tampak warnanya dan tidak tercium aromanya." (H.R. Tirmidzi). Tapi, kalo alasan seseorang memakai parfum buat menarik perhatian lawan jenisnya, berhati-hatilah karena Rasulullah saw. bersabda, "Jika seorang waita menggunakan parfum dan dia meleati suatu kaum agar tericum aroma parfumnya itu maka dia telah demikian dan demikian (melakukan zina)."
  c. bersisir dan mencukur bulu kemaluan. Hadis ini diriwaytkan dari seorang sahabat yang baru aja menikah tapi harus pergi berperang. Setelah selesai berperang, ia bergegas kembali ke istrinya. Niat ini dicegah Rasulullah, sabdanya, "Pelan-pelan sehingga kalian bisa masuk pada malam hari (waktu Isya') sehingga wanita yang rambutnya berantakan bisa bersisir dan wanita yang ditinggalkan bisa mencukur bulu kemaluannya."

Berbahagialah seorang wanita kalo bisa berpenampilan luar-dalam sama indahnya, terutama kalo hati dipenuhi dengan sifat-sifat positif. Do'a kita bersama, Allaahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqii, "Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pulalah akhlakku." (H.R. Ahmad). Wallahu a'lam.

Wednesday, 6 January 2010

Khadijah : Wanita Mulia, Suri Tauladan Wanita Sejagad Raya

Khadijah adalah wanita yang sangat mulia dan begitu istimewa. Ia adalah istri pertama Rasulullah, orang pertama yang masuk Islam dan mengimani kerasulan Nabi Muhammad saw, salah satu dari empat wanita terbaik di dunia, wanita terbaik dari golongan Islam, business-woman terhebat, dan masih banyak keistimewaan yang terdapat dalam diri beliau.

Beliau lahir di masa jahiliyah, tapi beliau berbeda dari kebanyakan wanita Quraisy lainnya. Beliau punya keimanan yang bener-bener kokoh, nggak terkotori sama noda-noda paganisme jahiliyah. Itulah yang bikin beliau dikasih predikat ”ath-thahirah” yang artinya perempuan suci, sebelum Islam datang dan setelah Islam datang, beliau dijuluki ”ummul mukminin” yang artinya ibu orang-orang beriman.

Karena keimanan yang luar biasa, beliau rela ngasih semua hartanya buat ngedukung perjuangan dakwah Rasulullah, selalu setia menemani Rasulullah, bahkan saat Rasulullah nerima wahyu yang pertama sehingga ngerasa ketakutan dan gemetar dengan hebat, Khadijah-lah yang menenangkan Rasulullah dengan penuh cinta dan kelembutan juga ngasih dorongan berupa motivasi hebat yang menguatkan Rasulullah.

Kehidupan rumah tangga beliau sama Rasulullah pun adalah suri tauladan terbaik buat umat Islam. Karena kehidupan rumah tangga mereka sarat akan ketakwaan yang melahirkan keharmonisan sejati. Dari rahim Khadijah pula-lah, semua anak Rasulullah dilahirkan (kecuali Ibrahim).

Di bidang bisnis, Khadijah juga luar biasa! Beliau adalah seorang wanita yang jadi salah satu pengusaha sukses di tengah-tengah kaum Quraisy. Hampir setiap kafilah niaga Quraisy yang melakukan perjalanan ke Syam dan Yaman, membawa barang dagangannya dalam jumlah besar. Bahkan beliau kenal dengan Rasulullah pun lewat bidang ini.

Khadijah juga merupakan seorang wanita yang mendapat salam dari Allah dan berita gembira dengan sebuah rumah di surga. ”Jibril pernah menemuiku dan berkata, ’Wahai Rasulullah, Khadijah tengah mendatangimu. Ia membawa wadah berisi lauk—makanan atau minuman. Maka, jika ia telah sampai kepadamu, sampaikanlah salam kepadanya dari Tuhannya dan dariku. Dan, beritahu padanya sebuah kabar gembira berupa sebuah ruma di dlam surga yang terbuat dari kayu yang di dalamnya tidak terdapat kegaduhan dan kesusahan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Beliau wafat pada usia 65 tahun, 3 tahun sebelum peristiwa hijrah, sebelum peristiwa Isra Mi’raj, sebelum turunnya perintah shalat 5 waktu. Kematian beliau bener-bener meninggalkan duka mendalam buat Rasulullah. Tahun kematiannya dikenal dengan ’am al-huzn (tahun berselimut duka). Karena nggak hanya Khadijah yang meninggal di tahun tersebut, tapi juga paman Rasulullah, Abu Thalib.

Rasulullah nggak pernah bisa melupakan Khadijah seumur hidupnya. Terbukti, Aisyah selalu cemburu sama beliau. Dalam suatu riwayat, Aisyah berkata, ”Pada suatu ketika, Rasulullah menyembelih seekor kambing dan kemudian berkata, ’Kirimkan daging kambing ini kepada teman-teman Khadijah.” Aisyah mengkau nggak suka sama sikap Rasul dan berkata, ’Khadijah?’ Maka Rasulullah bersanda, ”Sungguh sebuah anugerah bagiku untuk mendapatkan cintanya,’” (HR Muslim). Subhanallah...


Buat Rasulullah, Khadijah bukan cuma istri, tapi juga sahabat, pelindung, sandaran hati, dan ibu bagi orang-orang mukmin. Beliau adalah inspirasi bagi kita bahkan bagi Rasulullah karena kemuliaan Khadijah nggak bisa dipisahkan dari kehidupan Rasulullah.


Peran Khadijah dalam memperjuangkan Islam banyak diukir oleh tinta emas sejarah. Kini saatnya, kita teruskan perjuangan beliau dan ukir kembali sejarah keemasan dalam lembaran-lembaran kehidupan berikutnya. LET’S BE A GREAT MUSLIMAH!!!