Saturday, 30 January 2010

Inner Beauty

Sumber : Sasa Esa Agustiana dalam Talkshow "Inner Beauty ; Keajaiban yang Menakjubkan!" @ Masjid Al-Burhan & Buku "Wanita ; antara cinta dan keindahan"

  Dia adalah penjelmaan malaikat di bumi
  Kelembutan tuturnya membangkitkan semangat
  Sentuhan kasihnya meredakan semua amarah
  Kecantikan abadinya membuat indah yang hampa
  Begitulah wanita dengan sejuta pesonanya
  (Sasa Esa Agustiana, "Wanita ; antara Cinta dan Keindahan")
    
Talkshow yang bertajuk "Inner Beauty ; Keajaiban yang Menakjubkan!" sangat menarik, memberi pencerahan pada akhwat-akhwat yang mungkin masih bingung soal kecantikan yang sesungguhnya. Saya juga lupa tanggal berapa talkshow ini berlangsung, dalam postingan ini saya mau bagi-bagi ilmu dari teh Sasa yang ada di buku catatan saya juga ditambah beberapa materi dari buku karangan beliau yang berjudul "Wanita ; antara Cinta dan Keindahan"

Surat At-Tiin ayat 4 menunjukkan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Berarti jelas dunk, keindahan ataupun kecantikan itu pada dasarnya udah terpatri dalam diri manusia sebagai makhluk Allah yang paling sempurna diantara yang lainnya. Sayangnya, banyak orang-orang yang hanya menilai kecantikan dari fisiknya aja. Padahal cantik yang sesungguhnya itu adalah yang cantik hatinya (qolbun).

Qolbun sendiri juga terbagi menjadi 3 macam :

1. Qolbun mayyit
Qolbun tipe pertama ini adalah hati yang mati. Ga jarang body memikat, tapi pikirannya buntu - ga jernih, gampang putus asa, ga tahan menyeleksi mana larangan dan perintah, ga mau menjalankan amanat apa pun, akibatnya menjerumuskan diri (bahkan keluarga) pada kebinasaan. Hal ini dijelaskan dalam surat Al-A'raaf ayat 179 yang artinya : "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi nereka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergukan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Meraka itulah orang-orang yang lalai. (QS. 7:179)." Dalam riwayat lain, "Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat jalannya." (Q.S. Al-Furqan ayat 44). Hufft.. Serem banget,, lebih sesat daripada binatang ternak. Na'udzubillahi min dzalik.. Semoga kita bukan termasuk golongan orang yang memiliki qolbun mayit tersebut. Amin.

2. Qolbun maridh
Yang kedua ini artinya hati yang sakit. Kaya gimana sih hati yang sakit itu? Ini ciri-cirinya..
  - Kalo ibadah : males, ga khusyu, ga nikmat
  - Kalo dinasehati : ga ngaruh
  - Kalo liat orang lain susah : seneng
  - Suka mengingat-ingat keburukan orang lain

3. Qolbun salim
Yang ini artinya hati yang sehat.. Siapa pun pasti ga mau dunk disamakan dengan binatang ternak? Karenanya, senantiasalah beurasaha menghiasi hati dengan ga menuruti hawa nafsu, selalu merindukan-Nya, selalu bersyukur, menghindari perasaan ria, takabur, selalu bertobat, menjaga kehormatan diri, ga berbuat aniaya, dan membalas keburukan dengan kebaikan.
Mereka yang punya qolbun salim ini bakalan senantiasa membersihkan hatinya, sehingga mereka selalu menyikapi kebahagiaan atau ujian seberat apa pun dengan rasa sabar, yang tentunya disertai dengan upaya nyari jalan keluar. Yang mereka khawatirkan hanyalah takut ga disayang Allah, takut ditinggalkan Allah, takut ga bisa pulang ke haribaan-Nya, giat menambah bekal amal dengan kekuatan hati, selalu bergantung sama Allah swt.
Orang yang membersihkan hatinya ga pernah menderita sakit dan perasaan stress karena cukup baginya jaminan dari Allah swt. semata. "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya surga tempat tinggalnya." (Q.S. An-Nazi'at ayat 40-41)

Karena kecantikan hati itu yang utama, maka awalilah semuanya dari niat di hati kita. Kata al-Ghazali, supaya kita punya qolbun salim itu pake proses dan metode menaklukkan jiwa dan pendisiplinan. Tapi prinsip dasarnya sama, setiap orang wajib meninggalkan sebab-sebab yang bisa membawanya pada kecintaan dunia. Kehidupan dunia cuma kenikmatan sesaat, kalo ga disikapi dengan benar, nantinya akan mebinasakan.

Ga ngerasa khawatir dengan kesengsaraan pada hari kiamat juga cerminan kematian hati. Untuk menghindarinya, seseroang harus menggantikan godaan yang timbul dengan mengingat dan beribadah pada Allah secara intensif. Seseorang wajib mempertahankan keadaan ini sepanjang hayatnya, ga ada akhir bagi perjuangan kecuali kematian. Hendaklah seseorang menjaga lidahnya dari menggunjing dan berdusta, hendaklah ia diam kecuali menyebut nama Allah dan berbicara yang haq hingga diamnya maupun ucapannya selalu bernilai ibadah.

Upaya menguasai jiwa ini awalnya bakal kerasa berat, tapi akhirnya bakalan menyenangkan. Kalo udah sampai ke kondisi itu, berarti seseorang udah menyelamatkan dirinya dari belenggu dan perbudakan nafsu untuk kemudian menggantinya sama kecintaan mengingat Allah dan mematuhi-Nya. Hati yang sehat juga jadi sumber ketakwaan. Indikator takwa sendiri yaitu mudah menerima nasihat, beramal dengan sungguh-sungguh, menghindari perkara subhat, melakukan perbaikan diri, mempersiapkan kematian, beriman pada hari akhir, dan hidup jujur.

Kecantikan fisik lahiriah = relatif

Umumnya masayarakat (khususnya pria) mengukur kecantikan cuma dari fisik lahiriahnya aja, misalnya dari ukurang tinggi badan, bentuk wajah, atau warna kulit. Mereka cenderung mengabaikan di luar itu. Eksplorasi buat menemukan titik keindahan wanita jadi dangkal juga relatif, bergantung sama siapa yang berkomentar dan dari sudut apa penilaian dilakukan.

Perlu disadari sama siapa pun bahwa kecantikan lahiriah ini didapat secara gratis, asli tanpa campur tangan orang yang bersangkutan, dikasih gitu aja dari Allah swt., masih inget surat At-Tiin ayat 4, kan? "Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." Jadi ga sepantasnya merasa bangga sama fisik yang dimiliki, apalagi menghina orang lain secara lisan ataupun tersembunyi dalam hati.

Bukankah kecantikan fisik itu hanya titipan, sewaktu-waktu tetap akan usang dimakan usia?

Eksplorasi Keindahan

Supaya punya keindahan yang unlimited, selalu terpancar, ada eksplorasi-eksplorasi yang diperlukan sebagai berikut :

1. Menjaga lisan
Dalam sebuah pepatah, "mulutmu adalah harimaumu." Menarik atau ngga nya seseorang bisa terpancar dari tutur kata yang santun, lemah lembut, menyejukkan, sapaan ramah, meski isi yang disampaikannya itu hal yang sederhana. Pandai menempatkan dirinya jadi pribadi yang tawadlu (rendah hati). Kalo dia tau dia sampaikan, kalo ga dia berterus terang.
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan penerima). Allah Mahakaya lagi Maha Pengampun." (Q.S. Al-Baqarah ayat 262)
Rasulullah saw. udah menetapkan dua pilihan;bertutur kata yang mengandung unsur kebaikan atau diam. Ga berkata-kata alias diam (ga berkomentar) karena kalo berkomentar dipandang mengandung unsur keburukan. Misalnya menahan diri dari megeluarkan kata-kata yang bisa menyakiti hati orang, meledek/menghina, mencaci maki, menghasut/provokasi, mengkritik orang dengan ga bijaksana, dll.

2. Akhlak dan perilaku yang baik
Menurut Aisyah r.a., perilaku Muhammad saw. adalah cerminan kandungan Al-Qur'an. Firman Allah swt., "Dan sesungguhnya kamu (Rasulullah saw.) benar-benar berbudi pekerti yang agung." (Q.S. Al-Qalam ayat 4). Tampak dari sifatnya yang penyabar, berjiwa syukur, pemaaf, ikhlas dalam beramal, berani membela yang benar (haq), bijaksana, dll. Melalui riyadhoh/latihan membiasakan beramal saleh. Jadikan hal ini sebagai sebuah kebutuhan dan kenikmatan, insya Allah bakal jadi sifat yang tertanam kuat di jiwa. Dengan sendirinya bakal ringan melakukannya, tanpa terpaksa. Hati juga bakal mudah tergerak buat memberi tanpa haru lebih dahulu diberi, kesabaran hati melahirkan sikap pantang menyerah menghadapi komentar orang bodoh (jahil) terhadapnya, bersyukur atas segala pemberian-Nya, mampu memaafkan dan bertindak bijaksana (hati-hati), menimbang dulu kemaslahatan diri, keluarga, lingkungan, dan umat.
  
3. Kendalikan diri
Kata rasulullah saw., orang yang kuat itu adalah orang yang pandai menahan amarah. Marah itu sebenarnya ga dilarang, boleh-boleh aja kita marah sama seseorang atau suatu keadaan, asal dalam kemarahn itu tetap dapat menjaga lisan dan perbuatan, jangan terlalu menuruti hawa nafsu, marah ga terkendali. Misalnya sambil mencaci, mukul, ga mau memaafkan, dendam, memutuskan tali silaturhami, dll.
Umumnya, saat marah raut wajah seseorang memerah, kedua matanya membelalak, urat leher tegang, hati tersulut emosi, dan kata-kata ga terkontrol sehingga bikin orang di sekelilingnya ga nyaman. Emang sih, perlu latihan yang ga sebentar buat mengelola emosi. Niatkan menegur/memarahi orang lain karena Allah, membenci pun karena Allah swt. Kita benci perbuatannya, bukan orangnya. Jadilah seseorang yang tetap menarik dan terkontrol walau dalam keadaan marah. Marah jadi ibadah, bukan sekedar menuruti hawa nafsu setan.
  
4. Punya al-haya (rasa malu)
Rasa malu seseorang sama Allah swt. bisa melahirkan suatu kebaikan. Orang yang punya rasa ini, bakal malu semata-mata kalo menggunakan karunia atau nikmat Allah swt. buat kemaksiatan, ia sadar selalu diawasi sama Allah swt. Ga ada satu pun tempat di kolong langit ini yang bebas dan aman berbuat sesukanya.
  
5. Menjauhi prasangka buruk
Kita ga boleh berprasangka buruk sama saudara kita, misalnya mengorek, memata-matai aib untuk diceritakan kembali ke orang lain, ghibah, dll. Ta[i, zhann (prasangka) diperbolehkan tetap ada. Misalnya zhann terhadap masalah yang terang-terangan akan mencelakakan dan zhann yang benar bahwa Allah itu Maha Adil, ga pernah zalim tehadap hamba-hambaNya.
Memata-matai orang diperbolehkan untuk menjauhkan diri dari kerusakan karena pertimbangan kemaslahatan yang lebih besar. Misalnya, kalo kita tau ada orang yang niat melakukan kejahatan, kita memata-matai mereka supaya bisa menggagalkan rencana tersebut.
  
6. Jaga makan & minumnya
Wanita juga perlu memlihara keindahan lahiriahnya, dengan cara makan dan minum yang halal, ga makan seenaknya/sesukanya dengan penuh kerakusan, tapi makan sebatas dapat menegakkan tulang-tulangnya untuk mendapatkan tenaga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Jangan juga menghindari makan dengan alasan sibuk, lagi diet, atau ga ada gairah makan gara-gara banyak pikiran.
  
7. Olahraga
Supaya keindahan jasad yang udah Allah swt. anugerahkan sama kita bisa dijaga kekuatannya, upayakan kondisi fisik selalu bugar, caranya melalui olahraga sesuai minat dan usia masing-masing. Atur waktunya di sela-sela kesibukan yang ada.

8. Menjaga kebersihan
Yang perlu dijaga kebersihannya adalah seluruh anggota tubuh dan pakaian. Hadist Bukhari menerangkan, "...Mandilah pada hari Jumat dan keramaslah meskipun kau tidak dalam keadaan junub dan pakailah wewangian..." Perbedaan wewangian antara pria dan wanita adalah seperti yang diungkapkan Abu Hurairah r.a., "Parfum pria adalah yang tercium aromanya dan tidak tampak warnanya dan parfum wanita adalah yang tampak warnanya dan tidak tercium aromanya." (H.R. Tirmidzi dan Nasa'i). Menjaga penampilan diri dari bau keringat yang ga sedap termasuk keindahan juga.
Hadist Bukhari dan Muslim pun menerangkan kebersihan tubuh seseorang dengan menjaga lima perkara yang termasuk fitrah, yaitu khitan, mencukur rambut kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memendekkan kumis.
Selain itu, Rasulullah saw. mengajarkan bahwa pakaian seorang muslim harus selalu rapi dan bersih sehingga penampilannya sedap dipandang mata. Tentu, pakaian tersebut ga perlu baru. Kebiasaan mubazir mengoleksi baju dengan jumlah berlebihan, yang terpenting rapi dan bersih karena pakaian yang menjadi rezeki sesungguhnya apa-apa yang sedang melekat di badan dan sampai ga terpakai lagi. Selain tubuh, kebersihan gigi, mulut, dan rambut juga harus dijaga.

9. Merapikan diri
Setiap orang harus memelihara kerapian dirinya, jangan biarkan diri dalam penampilan kusut dan kumal dengan dalih ingin meninggalkan dunia (zuhud). Rasulullah saw. sendiri menganjrurkan untuk berpenampilan rapi, padahal belia adalah orang yang paling rendah hari (tawadhu) dan zuhud.
Berhias dan merapikan diri juga hendaknya ga berlebihan. Dalam surat An-Nur (24) ayat 60 dan Al-Ahzab (33) ayat 59, diterangkan mengenai larangan perempuan untuk tabaruj. Kata Ibnu Katsir, tabaruj berarti wanita yang keluar rumah dan berjalan/memamerkan diri di hadapan laki-laki (tabaruj jahiliah), kata Bukhari, tabaruj adalah tindakan seorang wanita yang menampakkan kecantikannya kepada orang lain, dan kata Muqatil, tabaruj adalah wanita yang melepaskan jilbanya, memperlihatkan kalung dan gelangnya. 
Bersikaplah tawazun (pertengahan/keseimbangan) dalam segala hal, jangan sampai berdandan, merapikan diri terbesit rasa ria, sombong, memamerkan harta atau mengukur penampilan berdasarkan kekayaan materi.

10. Berilmu
Emang sih setiap orang punya kecerdasan dan kesempatan yang ga sama. Tapi kita juga tetap harus berusaha menambah dan mengamalkan ilmu Islam sedikit demi sedikit dan terus-menerus. Cati ilmu sampai akhir hayat, sebab hal tersebut bakal jadi landasan berpikir dan beramal seseorang. Begitu juga ilmu lainnya, kita pelajari sebagai sarana ber-taqarrub (mendekatkan diri) sama Allah swt. Sehingga insya Allah, dengan terpadunya unsur hati, jasad, dan akal keindahan kita dapat membawa keselamatan dunia dan akhirat.

11. Ga berhias yang diharamkan sama Allah
Banyak wanita yang rela melakukan apa aja supaya terlihat cantik dan menarik. Tapi, berhati-hatilah karena ga semua cara berhias itu halal. Beberapa cara berhias yang diharamkan ialah mencukur alis, menyambung rambut, tato, dan merenggangkan gigi. Rasulullah saw. bersabda, "Allah melaknat wanita yang mentato dan yang minta ditato tubuhnya, dan yang mencukur alis dan yang minta dicukur alisnya, dan wanita yang menjarangkan gigi untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah."

12. Berhias yang mubah (boleh)
Ada beberapa cara berhias yang kedudukannya mubah, yaitu :
  a. mengenakan celak dan semir, "Sesungguhnya ada seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, mereka khawatir kalau mata mereka akan rusak, lalu mereka meminta izin kepada Rasulullah saw. agar diizinkan memakai celak dan Rasulullah pun membolehkan." (H.R. Bukhari dan Muslim). Masih banyak keterangan yang membolehkan penggunaan celak dan semir. Bahkan kedudukannya jadi sunah kalo alasannya berhias untuk membahagiakan suaminya.
  b. memakai minyak wnagi, "Sesungguhnya sebaik-baik parfum lelaki adalah yang tercium aromanya dan tidak kelihatan warnanya, dan sebaik-baiknya parfum wanita adalah tampak warnanya dan tidak tercium aromanya." (H.R. Tirmidzi). Tapi, kalo alasan seseorang memakai parfum buat menarik perhatian lawan jenisnya, berhati-hatilah karena Rasulullah saw. bersabda, "Jika seorang waita menggunakan parfum dan dia meleati suatu kaum agar tericum aroma parfumnya itu maka dia telah demikian dan demikian (melakukan zina)."
  c. bersisir dan mencukur bulu kemaluan. Hadis ini diriwaytkan dari seorang sahabat yang baru aja menikah tapi harus pergi berperang. Setelah selesai berperang, ia bergegas kembali ke istrinya. Niat ini dicegah Rasulullah, sabdanya, "Pelan-pelan sehingga kalian bisa masuk pada malam hari (waktu Isya') sehingga wanita yang rambutnya berantakan bisa bersisir dan wanita yang ditinggalkan bisa mencukur bulu kemaluannya."

Berbahagialah seorang wanita kalo bisa berpenampilan luar-dalam sama indahnya, terutama kalo hati dipenuhi dengan sifat-sifat positif. Do'a kita bersama, Allaahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqii, "Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pulalah akhlakku." (H.R. Ahmad). Wallahu a'lam.

0 comments:

Post a Comment