Wednesday, 6 January 2010

Khadijah : Wanita Mulia, Suri Tauladan Wanita Sejagad Raya

Khadijah adalah wanita yang sangat mulia dan begitu istimewa. Ia adalah istri pertama Rasulullah, orang pertama yang masuk Islam dan mengimani kerasulan Nabi Muhammad saw, salah satu dari empat wanita terbaik di dunia, wanita terbaik dari golongan Islam, business-woman terhebat, dan masih banyak keistimewaan yang terdapat dalam diri beliau.

Beliau lahir di masa jahiliyah, tapi beliau berbeda dari kebanyakan wanita Quraisy lainnya. Beliau punya keimanan yang bener-bener kokoh, nggak terkotori sama noda-noda paganisme jahiliyah. Itulah yang bikin beliau dikasih predikat ”ath-thahirah” yang artinya perempuan suci, sebelum Islam datang dan setelah Islam datang, beliau dijuluki ”ummul mukminin” yang artinya ibu orang-orang beriman.

Karena keimanan yang luar biasa, beliau rela ngasih semua hartanya buat ngedukung perjuangan dakwah Rasulullah, selalu setia menemani Rasulullah, bahkan saat Rasulullah nerima wahyu yang pertama sehingga ngerasa ketakutan dan gemetar dengan hebat, Khadijah-lah yang menenangkan Rasulullah dengan penuh cinta dan kelembutan juga ngasih dorongan berupa motivasi hebat yang menguatkan Rasulullah.

Kehidupan rumah tangga beliau sama Rasulullah pun adalah suri tauladan terbaik buat umat Islam. Karena kehidupan rumah tangga mereka sarat akan ketakwaan yang melahirkan keharmonisan sejati. Dari rahim Khadijah pula-lah, semua anak Rasulullah dilahirkan (kecuali Ibrahim).

Di bidang bisnis, Khadijah juga luar biasa! Beliau adalah seorang wanita yang jadi salah satu pengusaha sukses di tengah-tengah kaum Quraisy. Hampir setiap kafilah niaga Quraisy yang melakukan perjalanan ke Syam dan Yaman, membawa barang dagangannya dalam jumlah besar. Bahkan beliau kenal dengan Rasulullah pun lewat bidang ini.

Khadijah juga merupakan seorang wanita yang mendapat salam dari Allah dan berita gembira dengan sebuah rumah di surga. ”Jibril pernah menemuiku dan berkata, ’Wahai Rasulullah, Khadijah tengah mendatangimu. Ia membawa wadah berisi lauk—makanan atau minuman. Maka, jika ia telah sampai kepadamu, sampaikanlah salam kepadanya dari Tuhannya dan dariku. Dan, beritahu padanya sebuah kabar gembira berupa sebuah ruma di dlam surga yang terbuat dari kayu yang di dalamnya tidak terdapat kegaduhan dan kesusahan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Beliau wafat pada usia 65 tahun, 3 tahun sebelum peristiwa hijrah, sebelum peristiwa Isra Mi’raj, sebelum turunnya perintah shalat 5 waktu. Kematian beliau bener-bener meninggalkan duka mendalam buat Rasulullah. Tahun kematiannya dikenal dengan ’am al-huzn (tahun berselimut duka). Karena nggak hanya Khadijah yang meninggal di tahun tersebut, tapi juga paman Rasulullah, Abu Thalib.

Rasulullah nggak pernah bisa melupakan Khadijah seumur hidupnya. Terbukti, Aisyah selalu cemburu sama beliau. Dalam suatu riwayat, Aisyah berkata, ”Pada suatu ketika, Rasulullah menyembelih seekor kambing dan kemudian berkata, ’Kirimkan daging kambing ini kepada teman-teman Khadijah.” Aisyah mengkau nggak suka sama sikap Rasul dan berkata, ’Khadijah?’ Maka Rasulullah bersanda, ”Sungguh sebuah anugerah bagiku untuk mendapatkan cintanya,’” (HR Muslim). Subhanallah...


Buat Rasulullah, Khadijah bukan cuma istri, tapi juga sahabat, pelindung, sandaran hati, dan ibu bagi orang-orang mukmin. Beliau adalah inspirasi bagi kita bahkan bagi Rasulullah karena kemuliaan Khadijah nggak bisa dipisahkan dari kehidupan Rasulullah.


Peran Khadijah dalam memperjuangkan Islam banyak diukir oleh tinta emas sejarah. Kini saatnya, kita teruskan perjuangan beliau dan ukir kembali sejarah keemasan dalam lembaran-lembaran kehidupan berikutnya. LET’S BE A GREAT MUSLIMAH!!!


0 comments:

Post a Comment