Tuesday, 27 April 2010

Based on True Story :)


Di tengah euforia kegembiraan yang dialami siswa-siswi kelas XII, seorang guru mengunjungi rumah seorang siswi salah satu sekolah yang terkenal akan mottonya “We Create Our Future”. Calon entrepreneur (Aamiin) itu tak pernah menduga bahwa akan ada guru yang mengunjungi rumahnya saat itu (bahkan dia tak pernah berharap dikunjungi guru saat itu :D). Ibunya yang memberitahu, kemudian ia pun duduk mengobrol dengan guru tersebut serta ibundanya tercinta. Tentu saja, ia mengetahui apa maksud guru tersebut. Serasa ada halilintar besar saat mendengar apa yang dikatakan guru konseling tercintanya itu ”DUAAARRRR!!!!” Tangis pun membuncah, bahkan adik perempuannya yang masih berusia 9 tahun pun menangis di kamarnya mendengar berita tersebut.

Salahnya, penyuka astronomi tersebut belum menyiapkan mental pejuang sejati! Namun, telah banyak buku-buku motivasi dan psikologi yang ia ”lahap” ilmunya dan inilah saatnya untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu tersebut dalam kehidupannya secara langsung.

Awalnya memang kekecewaan muncul karena terasa sangat menyakitkan, namun dukungan-dukungan pun datang silih berganti, dari orangtua, guru-guru, kakak-kakak, adik-adik, saudara-saudara, dan sahabat-sahabatnya. Entah itu melalui SMS, Telpon, Facebook, dan ada pula yang berkunjung ke rumahnya secara langsung. Tetapi ada juga salah satu rekan alumninya yang berkata bahwa ia telah ikut mencoreng almamaternya tercinta, terang saja perkataan itu berbekas karena ia masih down, sehingga pada malam hari, matanya sangat perih (dasar cengeng).

Sempat pula ibunda tercintanya menyalahkan sikap anaknya yang katanya terlalu idealis, mungkin karena ibundanya menaruh harapan pada putri sulungnya itu dan juga sedang memikul banyak beban sebagai pemimpin di lingkungan rumah. Tetapi itu tak berlangsung lama, alhamdulillah.. Ayahnya tercinta pun memberi semangat, ”Teteh tidak hanya diberi ujian sekolah, tetapi juga ujian kehidupan sebenarnya, jadikan pembelajaran dan bersiaplah, karena dalam kehidupan selanjutnya ada berbagai ujian yang diberikan oleh ALLAH..”

Ahh.. Benar juga, kembali teringat akan Bilal, hamba ALLAH yang pertama kali mengumandangkan adzan itu telah diuji oleh ALLAH dengan sangat berat, dicambuk, ditindih batu besar, dan masih banyak lagi siksaan yang diberikan karena ia memeluk Islam, tetapi ia tetap kuat, tegar. Kemudian, ia pun memiliki sahabat yang sedang mengalami ujian berupa penyakit albuminaria. Saat mengingat itu semua, terbesit rasa malu pada dirinya, ini masih ujian kecil jika dibandingkan dengan ujian-ujian yang diberikan ALLAH terhadap hamba-hambaNya yang lain.

Bahkan beberapa lagu pun ikut memberi suntikan motivasi dan semangat untuknya.. Subhanallah!

“And then the hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you’ll finally see the truth
That a herolies in you…”
[Hero – Mariah Carey]

“There can be miracles
When you believe
Though hope is fell
It’s hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve
When you believe
Some how you will
You will when you believe…”
[When You Believe – Mariah Carey]

“I'll spread my wings and I'll learn how to fly
I'll do what it takes til' I touch the sky
I'll make a wish
Take a chance
Make a change
And breakaway…”
[Breakaway – Kelly Calrkson]

“I'll be there someday
I can go the distance
I will find my way
If I can be strong
I know every mile
Will be worth my life
When I go the distance
I'll be right where I belong…”
[Go the Distance – OST. Hercules]

”One step at a time
there's no need to rush
It's like learning to fly
or falling in love
It's gonna happen and
it's supposed to happen
That we find the reasons why
One step at a time…”
[One Step at a Time – Jordin Sparks]

“Eoryeobgo heomhanil ii saenggyeodo gyeondil su isseo negeh bukkeuryeobji anhdorok (Even if there is hard and harsh work, I can endure it to not be shy)
Yes~! neukkyeobwa huimang gadeukhan sesang (Yes~! Feel the world full of hope)
Yes~! jeogi nopeun mirae hyanghaeseo (Yes~! Towards that high future over there)…”
[SEOUL – Super Junior feat. Girls Generation]

“Give thanks to ALLAH,
for the moon and the stars
Prays in all day full,
what is and what was
Take hold of your iman
Dont givin to shaitan
Oh you who believe please give thanks to ALLAH..”
[Give Thanks to ALLAH – Zain Bhika]

“Kata-kata cinta terucap indah
Mengalir berzikir di kidung doaku
Sakit yang ku rasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi
muhasabah cintaku…”
[Muhasabah Cinta – Edcoustic]

”My sister, may you always be strong...”
[Free – Sami Yusuf]

“Ya ALLAH,
Please forgive me
For the wrong I’ve done
Ya ALLAH,
Give me another chance
To prove that I can pass
Please guide me and protect me along
The straight path
And I know that I can make it
One day I’ll be in heaven with YOU”
[Ya ALLAH – 786 Boys]

Waktunya untuk membenahi dan mengevaluasi diri! Mungkin selama ini ia masih banyak melalaikan kewajibannya terhadap ALLAH dan belum menjadi hambaNya yang betul-betul taat juga belum berbakti sepenuhnya kepada kedua orangtuanya, belum benar-benar menghormati guru-gurunya, serta mencintai saudara-saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri (“Seorang di antara kamu sekalian itu tidaklah beriman sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” – HR Bukhari). Bahkan bisa jadi, ia akan takabbur bila mendapatkan takdir yang berbeda dengan sekarang ini.

Sahabatnya berkata, “No Rain, No Rainbow!” , “Sungguh skenario ALLAH sangat indah, walau kadang suli rasanya menerima kehendakNya dengan penuh keikhlasan..” guru tercintanya berkata, “No Pain, No Gain!”, “Nothing in this life for nothing” , so she said, “No Pain No Gain, No Rain No Rainbow! ALLAH have a beautiful scenario of life :) Let’s cheer up and always do the best!”

Harapannya saat ini dan seterusnya adalah ingin merealisasikan do’a kedua orangtuanya yang tersurat dalam namanya, menjadi cahaya yang bermanfaat bagi sesama, lingkungan, bahkan bagi umat..

“Tiada satu bencana yang menimpa di bumi ini (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi ALLAH. Kami jelaskan (yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan ALLAH tidak menyukai orang-orang sombong lagi membanggakan diri.”
(QS Al-Hadid [57]: 22-23)

Life ends when you stop dreaming
Hopes lost when you stop believing
and Love fails when you stop caring
so remember :
Keep on trying and praying..
May ALLAH keep on making you gleaming…

Semoga bermanfaat :)

Monday, 5 April 2010

5 Sifat Ego : Rasakan, Kendalikan

Oleh : Supardi Lee, Trainer Independen

Perjalanan ke dalam diri harus melalui proses mengenali ego. Proses ini penting agar ego tak bisa mengendalikan jiwa yang bersih dan bebas. Tidak kendalikan ego sebabkan keburukan luar biasa. Keburukan untuk diri sendiri, orang lain, masyarakat, banga, bahkan kemanusiaan. Kemajuan yang diraih manusia sesungguhnya adalah jalan pada kehancuran selama kemajuan itu dikendalikan ego.
Karenanya sangat penting kenali ego. Ketahui dan rasakan sang ego bekerja. Amati segala gerak-geriknya. Dengan begitu, kita bisa kendalikan ego.

Sifat-sifat dasar ego ada lima

Pertama, ego senang akan kenikmatan saat ini juga. Ia tidak sabaran. Bila ada sebuah kenikmatan di depan mata, segera ia lakukan. Ia tak peduli apakah kenikmatan tersebut melanggar aturan yang ia yakini kebenarannya. Ia tak peduli meskipun kenikmatan tersebut merugikan dan menyakiti orang lain. Ia tak peduli meskipun kenikmatan tersebut membuatnya menelantarkan keharusannya. Maka banyak orang bisa terus facebookan meski sebenarnya mereka harus menyelesaikan tugasnya. Banyak anak muda mencandu pornografi meski itu melanggar aturan agama. Kenikmatan menuruti ego terebut dinilai lebih besar, lebih berarti dibanding ketaatan pada aturan.

Kedua, ego tidak senang atas penderitaan saat ini. akibatnya, sang ego tak keberatan menanggung penderitaan di masa depan yang jauh lebih besar. Ia nekat menukar kenikmatan kecil saat sekarang dengan penderitaan besar kelak kemudian hari. Maka banyak orang yang nekat tidak diet dan tidak olahraga meski badannya sudah kegemukan dan penyakitan. Penderitaan diet dan olahraga tak bisa ditanggung oleh sang ego. Perokok terus saja merokok meski tahu kebiasaan itu merusak tubuhnya. Mereka berpikir berhenti merokok itu terlalu berat penderitaannya.

Ketiga, ego terikat kuat pada hal-hal material. Menurut ego, hal-hal material adalah yang terpenting dalam hidup. Maka uang, harta, benda-benda, popularitas, jabatan, gelar menjadi tujuan hidup. Orang yang dikendalikan ego, eksistensi dirinya tergantung hal-hal material tadi. Maka seorang ulama akan marah besar bila ke-ulama-annya tidak dianggap. Pejabat mejadi murka bila disamakan dengan rakyat biasa. Artis-artis akan stress berat bila popularitasnya hilang. Orang kaya akan bunuh diri bila kekayaannya lenyap.
Keempat, ego sangat senang membandingkan dirinya dengan orang lain. Dengan begitu, orang-orang yang dikendalikan ego akan terus merasa lebih hebat atau lebih buruk dari orang lain. Bila hartanya lebih banyak, ia akan sombong karena merasa lebih hebat. Bila ia tak punya jabatan, ia akan merasa lebih buruk, minder, merasa kecil di hadapan orang yang punya jabatan. Ego sangat senang atas perbedaan. Merasa sama dengan orang lain adalah musuh ego.

Kelima, ego itu punya kecerdasan tingkat tinggi. Ia bisa menari di irama gendang apapun. Bersama orang miskin ia senang. Bersama orang kaya ia gembira. Ego bisa membutakan mata orang bodoh. Ego juga bisa mengecoh orang berilmu. Ego mampu menelikung orang tak beriman. Ego juga mampu menipu orang beriman. Makin tinggi ilmu, pengalaman dan keimanan seseorang, makin tinggi dan makin halus lah eg mempengaruhi. Kita mungkin bisa lepas dari jeratan ego untuk malas, tapi bisa kah kita lepas dari jeratan ego untuk sombong? Dari sombong bisa lepas, tapi selalu berhasil kah kita melepas jebakan ego untuk merasa lebih hebat (ujub)?

Ego bekerja hebat di dalam kegelapan. Ia tak berdaya dalam cahaya. Cahaya itu bernama kesadaran. Sudahkah kita sadar setiap saat?