Friday, 23 September 2011

Push Your Own Spirit Button!


Bismillah...

Salam ‘alaykum sobat-sobat yang senantiasa dirahmati Allah, gimana nih kabarnya? (Wa’alaykumussalam, alhamdulillah, luar biasa, Allahu Akbar!!! \^o^/)

Udah lama nih ga nulis #nggaknanya,na :P
Akhirnya sekarang bisa nulis lagi setelah beberapa lama vakum untuk mencari dan memberi inspirasi, alhamdulillah yah :D

Well then, apa sih na, judul tulisannya aneh gitu, “push your own spirit button” :?

Gini  sob, beberapa waktu ke belakang, penulis melihat banyak sekali fenomena menurunnya semangat orang-orang terutama para kawula muda *termasukpenulis :P* secara drastis, ada yang karena kegalauan, kebosanan, kemalasan, kelelahan, dll, hehe~

Tapi sebenarnya itu memang hal yang manusiawi. Adakalanya semangat atau motivasi itu muncul dan membara, tapi setelah itu bisa meredup dalam waktu sekejap mata. Namun ada juga segelintir orang yang kita lihat semangat dan motivasi mereka seakan ga pernah habis, siapa tuh? Mereka adalah para motivation trainer :D

Kita telusuri nih rahasianya, menurut Kang Andri Maadsa (motivation trainer, owner Success University, Trainer Entrepreneur) seorang motivation trainer juga manusia biasa yang semangatnya bisa naik turun. Tapi karena mereka memiliki occupation untuk membangkitkan semangat orang lain, disaat itulah semangat mereka sendiri terisi kembali! Saat mengingatkan orang lain, saat itu juga mereka mengingatkan diri mereka sendiri.

Nah, disitulah letak “spirit button” para motivation trainer. And also, semua manusia punya “spirit button” itu masing-masing, termasuk sobat-sobat yang lagi pada baca tulisan ini :D

Cara untuk push the button nya juga beda-beda. Ada yang dengan dengerin lagu yang memotivasi udah langsung semangat lagi, ada yang melalui baca buku-buku inspiratif tentang tokoh, dll. Cara apapun bebas asalkan tetap bermuatan positif untuk perkembangan sobat-sobat semua, misalnya dengan dengerin lagu inspiratifnya Mariah Carey yang judulnya Hero, selain bisa nambah semangat juga bisa nambah vocabulary sobat-sobat semua, sekalian belajar bahasa Inggris juga, itu berarti sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, kan? :D

At least but not last, ada hal yang bakal ngasih sobat-sobat semua semangat dan motivasi tiada henti :D Apa lagi kalo bukan Al-Qur’an, the most beautiful love letter from ALLAH, the Greatest One, in the whole life forever!!! Coba sobat-sobat baca dan resapi ayat-ayat ini, Q.S. 3:105 ; 3:139 ; 9:41 ; 12:87 ; 13:11 ; 29:2-3 ; 59:18, dahsyaaaatttt!!! \^O^/

Oke sobat, jangan pernah berhenti untuk terus berjuang, saat kelelahan itu datang, teruslah bergerak sampai rasa lelah itu lelah untuk kelelahan mengejar kita, dan bilang ini sama si rasa lelah, “Loe, Gue, END!!! xP” Hahaha xD

So, what if I get tired and wanna stop to move and strive? :(
Just push your own spirit button!!! \^O^/

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada ALLAH dan hendaklah setiap orang memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada ALLAH. Sungguh, ALLAH Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(Q.S. Al-Hasyr [59]: 18)

Bandung, 25 Syawal 1432 H (23 September 2011),
saat usia menginjak angka 19, semoga semakin semangat untuk terus memperbaiki diri dan merealisasikan nama “Nur Faidah” (cahaya yang bermanfaat) dengan sungguh-sungguh untuk berkontribusi secara maksimal bagi kemaslahatan umat, aamiin. Hwaiting!!! \^O^/

Wednesday, 10 August 2011

Olimpiade Geografi 2011

OLIMPIADE GEOGRAFI 2011
“Melalui Olimpiade Geografi Kita Wujudkan Karakter Bangsa yang Cinta Tanah Air”

Diselenggarakan oleh :
Bidang Pendidikan
Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi
Universitas Pendidikan Indonesia

Persyaratan Peserta 

Olimpiade Geografi tingkat SD, SMP, SMA dan Guru Geografi tahun 2011 terbuka untuk siswa dan Guru yang memenuhi syarat sebagai berikut :

  1. Berkewarganegaraan Indonesia
  2. Peserta adalah siswa-siswi/guru utusan dari sekolah yang bersangkutan, saat mengikuti lomba di tingkat Kabupaten/kota maupun Provinsi masih berstatus sebagai siswa-siswi/guru sekolah yang bersangkutan, dibuktikan dengan surat keterangan dari Kepala Sekolah
  3. Peserta yang diperkenankan mengikuti olimpiade adalah peserta yang telah terdaftar secara sah di panitia
  4. Setiap sekolah mengirimkan maksimal 10 orang siswa dan 2 guru perwakilan sekolah yang bersangkutan
  5. Dikirim oleh sekolah yang bersangkutan berdasarkan surat keterangan Kepala Sekolah
  6. Berkelakuan baik dan tidak terlibat penyalahgunaan obat terlarang dan minuman keras yang dibuktikan dengan surat keterangan Kepala Sekolah
  7. Peserta yang mengikuti olimpiade dan mempergunakan peserta luar yang terdaftar atau tidak memenuhi persyaratan di atas, maka siswa yang bersangkutan tersebut didiskualifikasi


Mekanisme Pendaftaran

  • Peserta melakukan pembayaran ke BNI dengan no rekening 0159025854 a.n. Alin Aliyani atau BRI dengan no rekening 0133-01-001831-53-0 a.n. Alin Aliyani
  • Setelah melakukan pembayaran, peserta mengisi formulir pendaftaran di web http://bemjpgeo.wordpress.com
  • Konfirmasi kepada panitia bahwa anda telah melakukan pembayaran dan mengisi formulir, sms ke nomor 085722540720 (Alin Aliyani)
  • Selanjutnya nama anda akan tercantum dalam daftar peserta yang bisa dilihat di http://bemjpgeo.wordpress.com


Biaya Pendaftaran

  • Tingkat Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp 35.000,00/peserta
  • Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar Rp 45.000,00/peserta
  • Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar Rp 50.000,00/peserta
  • Tingkat Guru sebesar Rp 70.000,00/peserta


Tempat dan Waktu Pelaksanaan

SELEKSI
TINGKAT
WAKTU
TEMPAT
SELEKSI WILAYAH
KABUPATEN/KOTA
SD, SMP, SMA, dan
Guru
Minggu, 25 September 2011
Di masing-masing
Kabupaten/kota
FINAL
SD, SMP, SMA, dan
Guru
Senin, 10 Oktober
2011
Gedung FPIPS, Universitas Pendidikan Indonesia



Bidang yang Dilombakan

  • SD           : IPS Geografi
  • SMP        : IPS Geografi
  • SMA       : Geografi
  • Guru        : Geografi


Diskualifikasi

  1. Peserta tidak mentaati atau melanggar ketentuan Olimpiade Geografi 2011 yang telah ditentukan
  2. Peserta membuat kekacauan baik dengan peserta lain atau dengan panitia
  3. Selama pelaksanaan Olimpiade Geografi 2011 bekerjasama dengan peserta lainnya baik dari satu sekolah maupun sekolah lain
  4. Terbukti melakukan pemalsuan identitas atau dokumen lain yang terkait dengan legalitas sebagai peserta Olimpiade Geografi 2011


Hadiah Pemenang

Juara I
Tropi Rektor UPI, uang pembinaan, dan piagam penghargaan
Juara II
Tropi Dekan FPIPS UPI, uang pembinaan, dan piagam penghargaan
Juara III
Tropi Ketua Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS UPI, uang pembinaan, dan piagam penghargaan
Juara Harapan I
Tropi BEM HMJP Geografi UPI dan piagam penghargaan
Juara Harapan II
Tropi Bidang Pendidikan HMJP Geografi UPI dan piagam penghargaan


Pendaftaran peserta Olimpiade Geografi 2011
1 April s.d. 16 September 2011

*update :
pendaftaran diperpanjang hingga saat technical meeting (24 september 2011), silahkan hubungi contact person dibawah ini :)


Contact Person :
Ifa Nursolihat (085224947996)
Ninit Novitasari (081327545541)


Informasi lebih lengkap dapat diakses di blog kami :
http://bemjpgeo.wordpress.com
 __________________________________________
UPDATE!
Untuk Olimpiade Geografi Nasional 2012, infonya dapat dilihat di web http://epicentrum51.webs.com/event, goodluck! :D

Saturday, 9 July 2011

Pendaftaran Beasiswa Belajar Bersama Bang AFIM 2011-2012 telah dibuka!



Belajar Bersama Bang AFIM adalah program PPI Montpellier bersama masyarakat Perancis-Indonesia di Montpellier dan didukung oleh beberapa asosiasi yang bergerak di bidang kemanusiaan. Sasaran utama program ini ditujukan kepada mahasiswa S1 yang berprestasi akademik, bermotivasi tinggi tetapi kurang mampu untuk membiayai proses perkuliahannya di Perguruan Tinggi Negeri.

Beasiswa ini meliputi:

- biaya SPP,
- biaya hidup bulanan,
- pembelian buku/referensi kuliah,
- bimbingan akademik

Syarat-syarat untuk melamar beasiswa ini:

- mahasiswa S1 semua PTN, minimal semester 3
- 1 lembar CV
- 1 lembar surat motivasi
- Memiliki prestasi akademik yang baik
- Memiliki keterbatasan ekonomi

Cara pendaftaran:

Download formulir di http://www.ppi-montpellier.comule.com/

Tanggal-tanggal penting:

- 20 Agustus 2011: penyerahan dokumen beasiswa
- 1 Oktober 2011: pengumuman hasil beasiswa secara online.

Aplikasi dapat dikirim ke:

- afim.montpellier@gmail.com

- Bapak Aldi Kamal Wijaya
Jl. Raya Semplak No 01 RT 03 Rw 08, Gang SD Neglasari,
Keluarahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat
Kota Bogor 16114, Jawa Barat

- Ibu Murtihapsari Hartono
Jl. Serayu No. 1111, Sanggang,
Kota Manokwari 98312, Papua Barat


Sebarkaaaannnnn :D

Monday, 4 July 2011

This is What a True Gentleman Does...

Taken from http://when11chamber.multiply.com/journal/item/90

---------------------------------------------------------------

This is What a True Gentleman Does...


A gentleman knows how to begin a conversation.

If a gentleman is subjected to a rude remark or rude behavior, he does not offer rudeness in return.

A gentleman allows others to finish their sentences. Even in his most brilliant moments, he does not interrupt.

A gentleman does not talk with his mouth full - even over the phone.

A gentleman is slow to judge the actions of others, either in their public or private affairs.

A gentleman never corrects another person's grammar - unless he is teaching an English class.

A gentleman does not take part in major arguments over minor issues.

A gentleman makes a conscious effort to use correct grammar, but he resists all temptation to sound overly grand.

A gentleman does not pretend to speak languages that he has not made his own.

A gentleman never asks a woman if she is pregnant.

A gentleman avoids raising his voice and does not shout others down - even in the most heated discussion.

A gentleman says "Excuse me," not "I'm sorry" when he inconveniences someone while moving through a crowded room.

A gentleman never begins a statement with "I don't mean to embarrass you but..."

When it comes to accepting social invitations, a gentleman never waits for something better to come along.

A gentleman does not ask anyone - male or female - to divulge his or her age.

When a gentleman initiates a telephone conversation, he knows it is his responsibility to end that conversation.

A gentleman does not use his cell phone when he is at a table with others.

Once a gentleman discovers that he must decline an invitation that he has already accepted, he promptly alerts his host.

When a gentleman receives a number of invitations on his voice mail, he accepts the first one.

A gentleman does not engage in arguments, of any sort, at the dinner table.

When a gentleman is confronted by foolishness, he does not attempt to refute it with reason. Instead, he keeps silent.

A gentleman never claims to have seen a movie or read a book about which he has only read reviews.

In a civil conversation, and when attempting to meet new friends, a gentleman asks the question "What do you think?" often.

A gentleman sincerely appreciates any gift that comes his way, and pens a thank you note to show his gratitude.

A gentleman knows that a toast need not be epic in length, but usually a few well thought out words will convey his wishes.

A gentleman knows that the freshest toast of the evening is the first one offered.

A gentleman knows that, beer steins excepted, he may not toast with anything resembling a coffee cup.

A gentleman never uses a toast to ridicule or embarrass a friend.

A gentleman does not take it upon himself to deliver a toast at a breakfast meeting.

When a gentleman will have guests in his home, he makes sure the toilets are clean and there is plenty of toilet paper.

When a gentleman throws a party, he goes to the grocery store and the liquor store early in the day, and buys plenty of ice.

A gentleman understands that a hat exists for utilitarian purposes, and that it should never be worn inside.

A gentleman always removes his hat during any formal prayers.

If a gentleman has a cold, especially if he is running a fever, he declines all social invitations.

If a gentleman has left a message for another person, he does not leave badgering follow-up calls.

Even if he lives alone, a gentleman never drinks milk directly from the container.

At a concert or any musical performance, a gentleman does not applaud until the end of a complete musical number.

A gentleman does not pick his nose in public. In fact, he is wise that he does not pick his nose at all.

In a theater, church, or any place where people have gathered, a gentleman always turns his cell phone off.

When a gentleman arrives late for a church service, he waits for a suitable pause in the service before sitting down.

A gentleman always thinks before he speaks.

Sunday, 19 June 2011

First Love (A Little Thing Called Love)


Film asal Thailand ini berjudul First Love (A Little Thing Called Love) tapi di negara Asia lainnya ada juga yang bilang kalo judulnya “Crazy Little Thing Called Love”. Genre nya romance, tapi komedi juga. Menceritakan tentang seorang gadis remaja yang naksir kakak kelasnya yang memang banyak digandrungi.

Gadis itu bernama Nam (diperankan sama Baifern Pimchanok Luevisadpaibul #halah,nyebutin namanya aja susah bener xD), dia bisa dikategorikan sebagai siswa yang biasa-biasa aja, bahkan tergolong cupu, ga gaul, dsb. Dari sisi akademik pun dia termasuk kurang, tapi dia jago banget di bidang bahasa Inggris. Nah, diam-diam dia suka sama kakak kelasnya yang bernama Shone (diperankan sama Mario Maurer) yang punya banyak fans di sekolah mereka.
                
Nam ini hidup bertiga dengan ibu serta adiknya, sedangkan ayahnya kerja di Amerika. Suatu hari, pamannya datang ke rumah mereka dan ngasih surat dari ayahnya, katanya, siapa yang ranking 1 nanti bakal dapet tiket buat pergi ke Amerika. Pastinya Nam seneng banget, dari situ dia mulai belajar sungguh-sungguh supaya bisa ke negeri paman Sam buat menemui ayahnya tercinta :D
                
Gara-gara 3 sobat deketnya, Nam mencoba mengaplikasikan 9 metode untuk menaklukan kakak kelas dari sebuah buku, hahaha. Sejak itulah, Nam lambat laun berubah. Dia jadi pemeran utama di pentas drama sekolah, ikut marching band, dan yang pasti dia ga cupu lagi. Klimaks muncul di saat Nam udah bersinar, dan ada siswa baru yang merupakan sahabat deketnya Shone suka sama Nam, hoho. Bahkan persahabatan Nam dengan sobat-sobatnya di ambang kehancuran, ckckck #biasa, remaja :P
                
Waktu pun terus berjalan, sampe Nam baikan sama 3 sobatnya dan dia berhasil jadi ranking 1, it means dia bisa pergi ke Amerika, Shone pun lulus sekolah. Di saat hari kelulusan itu, Nam ngasih mawar putih buat Shone dan dia pun bilang tentang semuanya, tentang yang selama ini udah dipendam, setelah itu dia liat tulisan “Shone love Pin” di saku seragam Shone yang penuh corat-coret spidol kelulusan itu.
                
Dia speechless dan patah hati pastinya. Sejak saat itu mereka ga pernah ketemu. Sembilan tahun kemudian, Nam udah jadi seorang fashion designer muda yang terkenal dan go international, sedangkan Shone jadi seorang fotografer yang sebelumnya dia adalah seorang pemain sepakbola Thailand. Mereka pun bertemu di sebuah talk-show yang menghadirkan Nam sebagai bintang tamunya. Setelah itu gimana, na? Yaa.. tonton sendiri aja deh ya, biar tau filmnya gimana. Hahaha :D
                
Ada satu hal penting yang bisa diambil dari film ini, bahwa cinta memang seharusnya merupakan sebuah kekuatan yang membangun, bukan malah melemahkan bahkan meniadakan dan karena cinta, kita akan berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam hal apapun :D
                
Cinta sama makhluk-Nya aja udah ngasih impact yang besar seperti itu, apalagi cinta sama Sang Pencipta? Tentu impact nya bakal luar biasa berkali-kali lipat, guys! :D
                
Untuk kelebihan dan kekurangannya.. Humm.. So far, ga ada kekurangannya, mungkin wajah Mario Maurer yang kelewat cute sampe bikin konsentrasi hilang, hahaha #alay :P Subtitle nya sih, terjemahannya bisa dibilang parah, hohoho, karena saya emang ga nonton DVD aslinya, ini copy-an dari laptop temen, heheh xD
                
Akting para pemainnya juga natural, lucu, dan ga bikin bosen. Selain itu, kita juga bisa tau sedikit-sedikit kebiasaan orang Thailand, misalnya mereka suka menggunakan kata “Aww” bukan sebagai ekspresi kalo ngerasa sakit, tapi seperti kita bilang “Hei!” di Indonesia. Hehe.
                
Well then, bagi yang belum nonton, cobain nonton ya, ga rugi kok :D dan semoga bisa jadi pembangkit semangat buat film-maker Indonesia supaya ga mau kalah buat bikin film remaja yang dikemas secara apik, menarik, nilai moralnya tinggi, dan ada sisi edukasinya juga kemudian bisa nembus pasar internasional, aamiin :D

"Do all things with love"
(Og Mandino, an American Author [1923-1996])


Bandung, ditulis pada tanggal 18 Rajab 1432 H
*di tengah-tengah fluktuasi semangat mengerjakan laporan PKL dan menganalisis silabus, keep on FIRE!!! \^o^/

Friday, 3 June 2011

Hitunglah, dan Bacalah!

Sebuah tulisan singkat tapi nyelekit dari seorang sahabat..
-------------------------------------------------------------

Hitunglah, dan Bacalah!

By : Zaim Sidqi Islami

Kegiatan di mana-mana? Embaatt...
Sibuk di hari libur? Udah biasaaaa...
Teman-teman gimana? Kadang baik kadang menyebalkan sih..
Gimana nih dunia? Rame, Alhamdulillah!

Eh, Tunggu sebentar...
Shalat? Ga kelewat, tapi... Apa shalatnya sudah shalat?
Tilawah? Emm... Kapan ya terakhir ngaji...
Rawatib? Hemmmm... Shalatnya kloter ke-4, setiap beres shalat dzikir pun ga sempet, sibuk lagi. Infaq? Ups =_='
...
...
...
...
...
Man Rabbuka?

ASTAGHFIRULLAH!!!

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150318909529972
------------------------------------------------------------------------------------

Baca, resapi, dan lakukan sebuah perubahan yang berarti, guys! \^o^/





"Qul inna salati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil aalamin." (6:162)
(Say: Truly, my prayer and my service of sacrifice, my life and my death, are (all) for Allah, the Cherisher of the Worlds.)

Ambassadors of Islam



I am a hijabi Muslim woman, and I refuse to reduce my hijab to a scarf much like those before me. Hijab goes beyond my modest dress code and my head cover. Hijab is my lifestyle. Over the years, it has built my character and shaped my behavior. Hijab has brought me closer to my creator. My hijab is very much feminine. It is a tool given to every woman that no man is able to acquire through wit or strength. As a hijabi, I am a walking representation of Islam. This form of dawah does not require brochures or speeches. The statement I make as I walk streets from Texas to the Middle East is stronger than your most colorful brochure. I am everyday an ambassador of Islam, accepting the responsibility as much as I am the honor. The responsibility my hijab has given me is a fierce passion continuously driving me to seek knowledge about my faith and share it with others. It is the reason I am able to speak to you in your language, a language that is not my native tongue.
And no, I don’t dress this way, act this way, and talk this way because I’m forced to. I am who I am today of my own free will and as a result of the decisions I’ve made throughout my life with the guidance of my Lord. I cover the beauty He has blessed me with, as He has blessed every woman, so that you may see beyond the physical. Hijab has taught me to respect myself, for that is where everyone else’s respect is derived. I speak softly and lower my gaze, not from shame or weakness. Rather, it is from humility and understanding of the power my eyes and voice possess. I don’t need to raise my voice in order to be heard. The words that softly leave my lips and the ones escaping my pen as I write this have much more weight than the volume of my vocal cords. My thoughts and opinions are proven to be much more piercing than the eye contact you deem necessary to sustain a conversation. I am well aware of my defiance to your norm, but I do not need to conform to society’s norms, whether it is that of the West or the East. I am not interested in your culture. Through hijab, Islam has become my culture, my way of life. It constitutes my values and beliefs, and I’m not one to downgrade.
I am certain that there are hijabi women everywhere who feel this. They are my sisters in Islam, my fellow ambassadors of this faith. You will not run into us at your clubs. You will not meet us at your bars. We do not pose for your indecent photos. We are not the subjects of your gossip magazines, nor are we your Hollywood icons. We don’t sing and dance for your pleasure. And no, you cannot have our phone numbers. We cover our bodies because we are the truest form of beauty. We lower our gazes because we understand the effect our eyes will have on you. We speak firm words softly because we know the content is enough emphasis. We are strong Muslim women, and we are pleasing to our Lord. And that alone is the reason we are.

MashaAllah :D


Tuesday, 17 May 2011

Biasakan Berbuat Baik Sekecil Apapun Itu! :D

Sepulang ngampus, seperti biasa saya ngobrol sama ibunda tercinta, ngobrolin tentang tadi ngapain aja di kampus, terus di rumah ada kejadian apa aja, dan sebagainya, wehehe. Then, mommy cerita tentang Briptu Norman yang katanya dikasih rumah sama Gubernur Gorontalo, dan beberapa waktu lalu juga dikasih mobil, motor, sama rumah tapi bukan dari Gubernur #duilee.. update banget emak gue yak xD

Selintas saya memutar ingatan saya saat beliau baru-baru terkenal ; famous gara-gara nyanyi lypsinc lagu india terus direkam dan video rekamannya di-upload ke Youtube, right?
Nah, beliau kan nyanyi-nyanyi gitu waktu itu dalam rangka ngehibur rekan sejawatnya yang lagi bete ya, guys? Hehe.
That's the point!

Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, yakinlah bakal ada balasannya, I mean ga ada yang sia-sia :D
Bisa aja ketulusan kita dalam berbuat baik langsung dibalas secara masif, seperti Briptu Norman itu, bisa juga dibalas tanpa kita sadari mungkin berupa kesehatan maupun kebahagiaan yang kita rasakan :D atau.. bisa juga jadi tabungan buat di akhirat nanti, who knows? Husnudzan aja ;)

“Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula“.
 (QS. Az-Zalzalah: 7-8)

Itu janji Allah SWT lho, guys! Masa' sih kita masih ragu juga buat membiasakan diri berbuat baik? Yuk, kita biasakan berbuat baik sekecil apapun kebaikan itu! And don't forget, kejahatan sekecil apapun juga ada balasannya, guys. Beware!

Keep Moving Forward! \^o^/


Monday, 9 May 2011

Cerpen 100 Kata Pertamaku

Ini cerpen 100 kata pertamaku, tapi belum dikasih judul #kebingungan nyari judulnya, ahaha
Ditunggu saran dan kritiknya yaa :D, Enjoy! :D

------------------------------------------------------------------------------------

thisiscasey          : ra, besok aku pulang
tyaraishere         : kenapa mendadak?
thisiscasey          : mempersiapkan pernikahan, 2 bulan lagi
tyaraishere         : pernikahanmu?
thisiscasey          : ya
tyaraishere         : kamu baru memberitahuku sekarang, tega sekali!  Siapa calonnya?
thisiscasey          : kamu sudah mengenalnya
tyaraishere         : benarkah?  siapa???

...                                                            

Keheningan menyeruak.

Sepuluh tahun bersahabat dengan Casey, belum pernah dia menceritakan hal seperti ini. Siapa wanita itu?

Tunggu. Kenapa hatiku terasa begitu dingin seperti winter di Alaska secara tiba-tiba?

...

Ibu mengetuk pintu dan memasuki kamarku.

“Sayang, besok keluarga Casey akan datang untuk melamarmu..”

Laptopku berbunyi.

thisiscasey          : :)

Menghangat seketika, ada yang menetes dari mataku, berkilau.

Thursday, 5 May 2011

What I get from Middleton Family..

Sobat semua pastinya pada tau kan kalo tanggal 29 April lalu, Prince William menikah sama Kate Middleton? Hehe.. Ya iyalah ya, secara, setiap channel di televisi pada rame menayangkan ‘Royal Wedding’ itu, bahkan dari jauh-jauh hari sebelum hari-H, belum lagi berita-berita di internet. Hmmm.. Tau ga, sob, keluarga Middleton menyumbangkan dana sebesar USD 100ribu atau Rp 859.750.000), ih waawww.. Tapi kita disini ga akan ngebahas betapa royalnya pernikahan itu kok, sob :D

Nah.. Setelah penulis menelusuri berbagai referensi, ada positive things yang bisa diambil sebagai bahan pembelajaran buat kita dari keluarga Middleton. Apaan emang?

Gini, guys.. Dulu keluarga Middleton ga sekaya dan sejaya sekarang. Ibunda Kate berasal dari keluarga penambang batu bara di Durham sedangkan ayahnya berasal dari keluarga pedagang wol yang lebih baik taraf ekonominya.

Kakeknya Kate bekerja sebagai sopir kemudian pegawai bangunan, bisa ditebak dong, sob, kalo mereka bukan dari keluarga yang bergelimang harta? ^^ Karena itulah, Carole (ibunya Kate) punya ambisius yang cukup tinggi buat memperbaiki kehidupan keluarganya. Beliau senantiasa bekerja keras, awalnya bekerja sebagai pramugari (dan di pekerjaan ini pula ketemu sama ayahnya Kate alias Michael, karena beliau adalah seorang pilot).

Setelah itu, Carole mulai mendulang sukses saat punya bisnis pengantaran barang. Then, sepasang suami istri itu membuat usaha kecil-kecilan pada tahun 1987, Party Pieces, jualan pernak-pernik pesta dengan harga murah. Pada tahun 2002, laba perusahaan mereka meningkat dengan pesat setelah meluncurkan situs supaya bisa jual-beli online, sehingga bisa menyekolahkan anak-anaknya di sekolah serta kampus yang elite.

Tapi, meskipun udah tajir, Michael ga lantas jadi terlarut dalam kekayaan dan kemewahan, sebaliknya, kesederhanaan tetap melekat pada dirinya. Hal inilah yang diwarisi Kate, sehingga dia juga sederhana dalam kesehariannya :)

Coba, sob.. Kalo kita renungkan sesaat, seandainya mereka ga bekerja keras dan pasrah aja tanpa melakukan usaha apapun, mungkin keturunannya ga ada yang bakal nikah sama seorang anggota keluarga kerajaan, karena anggota keluarga kerajaan ga akan sembarangan milih menantu..

Begitu pun dengan kita, sob. Kalo kita punya mimpi, cita-cita, kita ga usah skeptis dan apatis dulu deh, rugiiiiiiiiiii... Justru sebaliknya, kita harus ‘tahan banting’ kalo mau sukses dan menggapai impian-impian kita. Orangtuanya Kate Middleton aja bisa kok berjuang dari bawah, tentunya kita juga bisa dong, apalagi kita masih muda; lebih kreatif dan energik :D

So.. Ga ada yang ga mungkin, sob! Selama ‘hayat masih di kandung badan’, hukumnya WAJIB bagi kita buat ikhtiar semaksimal mungkin, jauh-jauh deh dari hal-hal negatif. Misalnya buat yang pengen jadi pengusaha sukses, kemudian ada orang lain yang bilang ‘ah.. lu ga mungkin bisa jadi pengusaha sukses, selamat ngayal aja deh, lu!’, jangan langsung down! Tapi malah jadi pemacu buat kita membuktikan bahwa kita bisa, kok!

Semangat buat mencapai sukses itu kadang emang mengalami pasang-surut, sobat.. Tapi inget-inget lagi deh surat Ar-Ra’d ayat 11, “Allah tidak akan mengubah suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan pada diri mereka sendiri”, makanya kita harus pake metode DUIT alias Do’a, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal dalam perjalanan menuju impian-impian kita itu, guys :D

BE POSITIVE TO REACH OUR DREAMS!

Thursday, 21 April 2011

Sedikit Ocehan tentang Kebersihan

Hari ini kami sebagai mahasiswa jurusan Pendidkan Geografi mengadakan Aksi Hari Bumi, hari bumi nya sih tanggal 22 April, tapi karena tanggal merah, jadi kami memperingati hari buminya tanggal 21 April. Hehehe.

Aksinya itu berupa orasi dan aksi nyata membersihkan sampah di sekitar kampus UPI yang ternyata eh ternyata banyak sekali. Hohoho.Beberapa kali juga kami mendapat pertanyaan menggelitik emosi dari para pedagang (karena hari ini wisuda kampus daerah, jadi banyak pedagang gitu deh, mirip di gasibu). Such as, "Neng, jauh-jauh kuliah di Bandung kok cuma jadi tukang sampah?" #gue asli bandung, pak :P
Hahahaha, rasanya pengen nimpuk itu pedagang, astaghfirullah --"

Ahh.. Miris sekali rasanya, saya dan teman-teman amat sangat heran, mengapa orang-orang senang sekali membuang sampah seenaknya? Sungguh, bukankah kampus adalah tempat 'berkeliarannya' manusia-manusia terpelajar dan terpandang? ><"

Bukankah kebersihan itu sebagian dari iman? Lantas bila sebagian dari keimanannya saja sudah tidak dipedulikan lagi, jangan salahkan bila dewasa ini terjadi dekadensi akhlak dan krisis keimanan yang menuju taraf 'akut' di negeri ini, heuheuheu.

Selain itu juga, menurut penulis yang imut dan baik hati ini #masih sempet narsis XD, 'menyimpan' sampah pada tempatnya juga berhubungan dengan rasa estetika. Karena setiap manusia memiliki rasa estetika, maka membuang sampah sembarangan dan mengotori lingkungan tentu tidak selaras dengan rasa estetika itu sendiri bukan? Hmm.. Ternyata, degradasi rasa estetika pun sedang terjadi di bumi pertiwi ini x(

Okay,

Sudah saatnya kita melakukan perubahan, kawan! Mulai aja yuk dari sendiri, detik ini juga kita 'simpan' sampah pada tempatnya (kalo bisa sih pisahkan juga sampah organik dengan anorganik), terus ya sebisa mungkin pungut sampah yang kita temui kalo lagi jalan misalnya, dan masih banyak hal lain yang bisa kita lakukan.

Come on, guys! Kalo bukan kita yang beraksi, lalu siapa lagi?
WE ARE THE AGENT OF CHANGE!!!

Let's save our earth! \^o^/


Bandung, 18 Jumadil Awal 1432 H


Friday, 15 April 2011

Lulus Ujian Akhir? Bidadari Surga Menantimu..



Oleh : Anugerah Wulandari

Sumber : http://zakatonline.multiply.com/reviews/item/3 (dengan penambahan seperlunya)

Hidup penuh ujian. Allah SWT berfirman bahwa Ia memberi ujian agar mengetahui siapakah yang terbaik amalnya. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan bagimu, agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka terbaik perbuatannya." (QS. Al-Kahfi: 17)

Sesungguhnya ritme ujian hidup tak ubahnya seperti ujian akhir yang dihadapi para mahasiswa/siswa. Sebelum ujian tiba, mahasiswa/siswa harus mengikuti perkuliahan/KBM reguler dengan tekun dan menyimak apa yang diajarkan dosen/guru agar mendapat ilmu yang bermanfaat dan lulus ujian. Mahasiswa/Siswa yang terbaik persiapan belajarnya, maka niscaya akan mampu menghadapi ujian itu dengan baik pula. Suka atau tidak, mahasiswa/siswa harus menghadapinya, sehingga wajib baginya untuk menyiapkan perbekalannya, sebelum, menjelang, saat dan sesudah ujian. Demikian pula seorang muslim, ia harus menyiapkan bekal untuk menghadapi ujian hidup agar sukses memasuki surga.


Sebelum Ujian Tiba

Setidaknya ada 5 hal yang harus disiapkan seorang muslim sebelum menghadapi ujian hidupnya, yaitu :

1. Kenali sang pemberi ujian, Allah SWT.
Sebagai mahasiswa/siswa, kita harus mengenali tipe dosen yang mengajar dan mengetahui cara mengajarnya, pun dalam memberikan nilai. Apa yang dinilai dan bagaimana ia menilai. Seorang dosen/guru tentu memiliki bobot penilaian sekian persen untuk nilai uts, uas, kehadiran, quiz dan tugas.
Allah SWT memiliki 99 asmaul husna. Rasulullah SAW bersabda, "Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.(Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu)." (HR. Bukhari). Ia Maha Pengasih dan Penyayang, tetapi jangan lupa, Ia juga Maha Keras Siksanya.

2. Simak apa yang diajarkan sang pemberi ujian
Dosen biasanya memberi kisi-kisi ketika mendekati ujian, bahkan jauh hari, saat tengah mengajar, dengan kata-katanya, "Catat ini, karena biasanya akan keluar dalam soal ujian." Kisi-kisi ujian itu difirmankan Allah SWT, "Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dan sedikit ketakutan, penyakit, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar ". (QS. Al Baqarah : 153 )

3. Banyak latihan
Mahasiswa/siswa harus berlatih dengan mengerjakan soal-soal dan banyak membaca. Ini akan memudahkan ketika menghadapi ujian.
Seorang muslim pun demikian, ia harus menempa dirinya dengan ibadah harian, dan tidak memanjakan diri dengan kesenangan duniawi. Orang beriman, mereka telah dilatih oleh-Nya untuk hanya bergantung pada-Nya melalui shalat, doa dan zikir. Mereka dilatih untuk hidup Zuhud (dunia ditangannya namun tidak di hati) melalui zakat, infaq dan shodaqoh. Mereka dilatih untuk bersabar, menahan hawa nafsu melalui puasa. Mereka dilatih untuk bersatu antar sesamanya, kaum mu'minin, melalui haji. Semua itu adalah bekal untuk mempersiapkan pejuang sejati. 

4. Jangan absen untuk menghadap-Nya.
Mahasiswa absen lebih dari 4 kali di kelas? Dapat dipastikan, tidak akan bisa mengikuti ujian akhir.
Shalat wajib Anda tinggalkan? Maka kesempatan untuk berkompetisi hilang sudah. Shalat adalah tiang agama. "Yang pertama-tama dipertanyakan (diperhitungkan) terhadap seorang hamba pada hari kiamat dari amal perbuatannya adalah tentang shalatnya. Apabila shalatnya baik maka dia beruntung dan sukses dan apabila shalatnya buruk maka dia kecewa dan merugi." (HR. Annasa'i dan Attirmidzi)

5. Kerjakan tugas-tugas dari Allah SWT.
Dosen/guru memberi tugas? Kerjakan, karena jika tidak, kita tidak akan bisa mendapat nilai A.
Apa yang ditugaskan Allah SWT pada kita?
"Dan hendaklah ada diantara kamu orang-orang yang mengajak kepada kebaikan, dan menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar. Dan merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran: 104)
"Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik." (QS. An-Naml : 120)

6. Bertanya jika ada yang tidak diketahui.
Mahasiswa/siswa belajar sendiri, mungkin bisa saja dilakukan, namun belum tentu sempurna hasilnya karena terkadang ada catatan yang tak lengkap atau ada ilmu yang diketahui teman, tetapi tak diketahui oleh kita. Bertanya, adalah kunci pembuka ilmu.
Seorang muslim dapat saja belajar sendiri dengan membaca buku-buku Islam, tetapi ia tetap harus bertanya pada teman yang lebih paham ataupun kepada para ulama. "Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui." (QS.16 : 43)


Menjelang Ujian

Waktu ujian tengah semester maupun akhir semester, telah ditetapkan waktunya. Dalam hidup, tidak bisa tidak, cepat atau lambat, ujian pasti terjadi. Ada 4 hal yang harus dipersiapkan ketika ujian semakin dekat, yaitu :

1. Persiapkan ilmu, analisa ujian
Analisa ujian yang dihadapi, jangan reaktif. Siapkan jurus-jurus untuk menghadapi ujian, karena setiap soal berbeda bobotnya.
Bekal ilmu untuk menghadapi ujian hidup, sangat penting. Dengan ilmu, kita dapat mengetahui mana jalan yang diridhai-Nya dan mana yang tidak. "Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri." (HR. Athabrani)

2. Belajar dari soal-soal sebelumnya
Mahasiswa/siswa harus rajin mencari foto kopi soal di semester sebelumnya, karena soal ujian biasanya mirip.
Pelajarilah ujian yang dihadapi para nabi, ambil hikmah dari setiap ujian. Bagaimana ending penderitaan yang dialami para nabi? Semuanya ada di dalam Al Qur'an. "Apakah kamu mengira akan masuk surga padahal belum datang kepadamu (ujian) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kami. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, diguncang (dengan berbagai cobaan). Sehingga Rosul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." (QS. Al-Baqarah: 214)

3. Belajar dari buku wajib dan buku tambahan
Ada buku wajib kampus/sekolah dan buku tambahan.
Buku wajib seorang muslim adalah Al Qur'an dan Hadits. Dan untuk buku tambahan adalah buku-buku Islam kontemporer agar wawasan bertambah. "Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegangan dengannya, yaitu Kitabullah (Al Qur'an) dan sunnah Rasulullah saw." (HR. Muslim). 

4. Berdoa
Berdoalah kepada Allah SWT semoga Ia memudahkan dalam mengerjakan soal-soal ujian.
Senjata orang-orang beriman adalah doa. "Doa adalah senjata seorang mukmin dan tiang (pilar) agama serta cahaya langit dan bumi." (HR. Abu Ya'la)


Saat Ujian

1. Hadapi dengan tenang dan sabar.
Saat memasuki ruang ujian, hadapilah dengan tenang dan sabar, jangan tergesa-gesa.
Pun di dalam menghadapi ujian hidup, wajib sabar ketika ujian itu datang. Rasulullah SAW bersabda, "Sabar yang sebenarnya ialah sabar pada saat bermula tertimpa musibah." (HR. Al Bukhari)  

2. Konsentrasi pada soal ujian, jangan curang.
Soal telah dibagikan. Konsentrasilah pada soal ujian dan jangan coba-coba menyontek!
Saat ujian datang, seorang muslim jangan justru lari dari-Nya dengan cara bermaksiat kepada-Nya. Berapa banyak kita saksikan manusia yang ditimpa ujian dan cobaan, bukannya mendekat kepada-Nya, tetapi justru bermaksiat dengan lari dari jalan da'wah ataupun memisahkan diri dari barisan. "syaghalatna amwaluna waahluna : kami telah dilalaikan oleh harta dan keluarga" (QS. 48:11)  

3. Selesaikan yang mudah dahulu.
Menghadapi ujian dari dosen/guru, membutuhkan strategi, jangan mengerjakan soal-soal yang sulit dahulu, tetapi kerjakan yang mudah.
Jangan memasuki bidang ujian yang kita tidak mampu memasukinya. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak semestinya seorang muslim menghina dirinya. Para sahabat bertanya, "Bagaimana menghina dirinya itu, ya Rasulullah?" Nabi saw menjawab, "Melibatkan diri dalam ujian dan cobaan yang dia tak tahan menderitanya."(HR. Ahmad dan Attirmidzi)  

4. Jangan mengeluh bila soalnya sulit.
Ujian kita sangat sulit? Jangan mengeluh. Karena percuma saja, toh ujian tak akan selesai dengan keluhan.
Seorang muslim janganlah sampai mengeluh ketika ujian menimpa, karena Rasulullah SAW bersabda, "Ada 3 hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan)." (HR. Athabrani).  


Sesudah Ujian 

1. Evaluasi
Apakah ujian itu dapat kita lalui dengan baik? Ucapkan hamdalah bila berhasil melaluinya. Seorang muslim ketika telah melewati ujian berupa penderitaan dan kesedihan, hendaknya tetap istiqomah di jalan-Nya. Dari Abu Hurairah ra katanya, sabda Rasulullah saw, "Tidak disengat seseorang mukmin itu dua kali dalam satu lubang."  

2. Ambil hikmahnya.
Ada hikmah di setiap kejadian. Karena khasanah kebaikan kembali kepada-Nya. Bahkan ketika tertusuk duri, ada hikmahnya. "Tiada seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, kecuali Allah mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa." (HR. Al Bukhari)  

3. Bersiap menghadapi ujian selanjutnya.
Ujian mahasiswa tentu tidak hanya satu mata kuliah, tetapi ada beberapa macam.
Selama hayat masih dikandung badan, maka bersiaplah menghadapi ujian-ujian yang beraneka ragam bentuknya. "Apakah kamu mengira kamu akan dibiarkan saja mengatakan "kami beriman" sedang mereka tidak di uji lagi"? (QS. Al Ankaabut: 2-3)


Untuk Apa Ujian Itu?

Untuk apakah ujian itu Allah SWT berikan kepada hamba-hamba-Nya? 

Ujian adalah sunnatullah dari Allah untuk memisahkan orang-orang munafik dari barisan orang-orang beriman, memisahkan antara loyang dengan emas. "Allah menguji hamba-Nya dengan menimpakan musibah sebagaimana seorang menguji kemurnian emas dengan api (pembakaran). Ada yang ke luar emas murni. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya) dan itulah yang selalu ragu. Ada yang ke luar seperti emas hitam dan itu yang memang ditimpa fitnah (musibah)."(HR. Athabrani)  

Ujian adalah tarbiyah dari Allah untuk meningkatkan derajat hamba-Nya, sebagai wujud kasih sayang-Nya. "Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu." (HR. Athabrani).  

Ujian adalah sunntullah untuk orang-orang yang berada di jalan Al Haq. Jika kita tidak merasakan adanya ujian yang berat, maka patut dipertanyakan apakah jalan yang kita lalui adalah jalan yang benar. Saad bin Abi Waqqash berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya"? Nabi saw menjawab, "Para nabi kemudian yang meniru (menyerupai) mereka dan yang meniru (menyerupai) mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya tipis (lemah) dia diuji sesuai dengan itu (ringan) dan bila imannya kokoh dia diuji sesuai itu (keras). Seroang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa." (HR. Al Bukhari)  

Dalam menghadapi ujian, seorang mu'min harus selalu berprasangka baik kepada Tuhannya. "Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah Azza wajalla bila menyenangi suatu kaum Allah menguji mereka. Barangsiapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barangsiapa murka maka baginya murka Allah." (HR. Attirmidzi).

Allah SWT menghibur orang-orang beriman dalam menghadapi ujian dengan firman-Nya, "Dan janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (QS. 3 : 139). 


Penutup

Ujian hidup tidak selamanya berbentuk penderitaan dan kesedihan hati, tetapi bisa juga dalam bentuk kenikmatan dan kesenangan. Bila ujian itu dalam bentuk kesenangan, apakah sang hamba dapat bersyukur? Bila dalam penderitaan, apakah sang hamba bersabar? Syukur dan sabar adalah keistimewaan orang-orang yang beriman, yang dikagumi oleh sang nabi. 

Surga memiliki kriteria (muwashofat) untuk orang-orang yang akan memasukinya. Nilai A, B, C, D, atau E, 
adalah hak prerogatif Allah SWT. Tugas manusia adalah berdoa, berikhtiar dan bersabar. Dan tentu saja, untuk mengetahui apakah kita benar-benar lulus atau tidak, jawabannya ada di hari akhir nanti. 

Lulus ujian, akan menaikkan derajat kita di sisi-Nya dan tiada lain balasannya adalah ridha-Nya, surga-Nya, dan bidarari yang bermata jeli. Allah SWT berfirman, "Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik." (QS. Al Waqiah : 22-23). Bidadari menantimu (Buat perempuannya, Bidadara menantimu :D).


Selamat Ujian!!! \^0^/

Di waktu ujian badai terus melanda
Engkau tetap gigih berjuang
Membenarkan sabda junjungan
Terus memburu menuntut janji,
Pastilah Islam gemilang lagi
Ujian bukan batu penghalang
Karena itulah syarat dalam berjuang
Ujian adalah tarbiyah dari Allah
Apakah kita kan sabar ataupun sebaliknya
- The Zikr -