Monday, 18 August 2014

Ilusi

Illusion
Taken from here
Kau benar, waktu yang mencakup masa lalu, masa kini dan masa depan sejatinya adalah sebuah ilusi. 
Kita tak 'kan pernah tahu bagaimana kita nantinya.

Seperti halnya aku yang ceroboh menjejakkan kaki ke jalan yang tidak diperuntukkan bagiku. 
Beruntung, ada peringatan yang kubaca sebelum semuanya terlambat.

Aku pun berhenti melangkah ke depan dan bergegas memutar arah, karena memang sejak awal aku bukan tokoh utama yang telah tertulis namanya di gerbang jalan itu.

Bandung, Agustus 2014

10 comments:

  1. Bukan aku lho yang nulis di gerbang jalan itu...

    ReplyDelete
  2. Bukan aku mbak, bukan aku yg nulis di gerban jalan itu -_-

    ReplyDelete
  3. waktu mencakup masa lalau, kini dan masa depan. kita yang sekarang adalah akumulasi dari waktuu itu

    ReplyDelete
  4. Kurang panjang nih puisinya, panjangin dikit dong biar puas bacanya dan pembaca akan dibuat penasaran akan endingnya :)
    nice..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahaha,, emang cuma sedikit tapi maknanya banyak *sotoy* xD
      oke, makasih :)

      Delete
  5. Ini ceritanya ke undangan nikahan mantan ya? *digetok*

    ReplyDelete