Saturday, 11 April 2015

[Resensi] Muslim United

Assalamu'alaikum! 
Gimana kabarnya, guys?
Yeah~ Akhirnya si gue balik ngeblog lagi setelah sekian lama, hahaha~ *sapu-sapu dan ngepel blog yang tidak terurus dulu :p*

Niatnya mau rajin ngeblog tahun ini, tapi ternyata baru bisa mulai dari sekarang :[ Ya udahlah ya, kan lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali~ #tsah *ngeles mulu, haha*

Ini pun sebenernya bingung mau ngeposting apa. Tapi tiba-tiba inget ada tulisan yang emang belum diposting disini dan ga disimpen di draft juga. Kali ini gue mau memposting tentang resensi buku yang judulnya Muslim United. Well, resensi ini dibawain waktu gue ngisi Majelis Buku alias MaBuk di Aksara Salman ITB, bulan September 2014 lalu. Hahaha~ *jauh pisan ya -_-*

Okay, let's get started! :D
---------------------------------------------------------------------------------------------
Muslim United: Komik Islami yang Ciamik


Judul : Muslim United (Real Masjid The Series)
Cerita : @tonytrax
Ilustrasi : Thoma Prayoga
Penerbit : Zahira, 2014

Muslim United merupakan salah satu dari rangkaian Real Masjid The Series yang mengulas tentang Islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain memiliki judul yang ear catching karena mirip dengan nama klub sepakbola, bahasa yang dibawakan pun ringan namun tetap tidak kehilangan makna. 

Cerita dalam komik ini dibawakan per halaman seperti halnya komik Kobo Chan. Tema yang diangkat pun bermacam-macam seperti urgensi shalat, dimana shalat dianalogikan seperti kepala pada tubuh manusia sehingga shalat memiliki porsi yang cukup banyak di halaman-halaman awal komik ini. Ada juga tentang cara mengingatkan imam bila bacaan maupun gerakannya keliru, pentingnya berdo’a sebelum melakukan segala aktivitas, dan hal-hal dasar lainnya yang harus diketahui oleh setiap Muslim. 

Sindiran-sindiran halus juga terdapat dalam komik ini, seperti kebiasaan menunda atau bahkan meninggalkan shalat terutama shubuh. Namun, tetap ada ruang yang berisi cerita berupa intermezzo misalnya tren edit foto dan ibu gaul masa kini yang sudah akrab dengan Google.

Uniknya, dalam komik ini tidak ada tokoh yang melulu benar maupun salah. Bagaikan gambaran bahwa memang tidak ada manusia yang sempurna, namun satu sama lain harus saling mengingatkan pada kebaikan. Karena itulah, ikatan persaudaraan bernilai penting bagi kehidupan umat Muslim seperti kalimat yang terdapat dalam komik ini, yaitu, “Umat Muslim harus bersatu, saling tolong menolong Muslim yang lainnya. Karena sesama Muslim adalah saudara. Muslim United”, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Tidak beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai milik saudaranya (sesama muslim) seperti ia mencintai miliknya sendiri”.

Secara keseluruhan, komik ini sudah sangat baik dan cocok bagi semua segmen terutama anak muda, agar tidak kehilangan pengetahuan dan pemahaman dasar tentang Islam yang bisa tergerus oleh zaman. Ke depannya, buku komik yang berisi dakwah seperti ini akan lebih banyak dibutuhkan. Mungkin bisa dipertimbangkan untuk membuat buku komik yang berisi satu sampai dua cerita penuh seperti majalah komik Jang Emqi yang pernah terbit sekitar tahun 2002-2003 silam.